Rupiah Melemah Menjadi Rp18.033 per Dolar AS
Rupiah melemah 11 poin atau 0,06 persen menjadi Rp18.033 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. Analis memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.000.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Rupiah melemah 11 poin atau 0,06 persen menjadi Rp18.033 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026.
Pergerakan tersebut dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.022 per dolar AS. Data itu menunjukkan pelemahan rupiah pada awal perdagangan di pasar valuta asing, bukan posisi akhir sesi. Dengan demikian, angka Rp18.033 mencerminkan posisi pembukaan perdagangan Jakarta pada Kamis tersebut.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan rupiah masih berpotensi melanjutkan pelemahan terhadap dolar AS. Ia menyebut pergerakan rupiah dipengaruhi keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di luar perkiraan pasar. Perkiraan itu menjadi salah satu konteks yang diperhatikan dalam membaca arah rupiah terhadap dolar AS.
Rupiah Berada dalam Rentang Perdagangan yang Dipantau Pasar
Untuk perdagangan Kamis, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS. Rentang tersebut menjadi acuan perkiraan selama perdagangan, sedangkan posisi pembukaan rupiah tercatat di Rp18.033 per dolar AS.
Perubahan kurs menjadi perhatian pelaku usaha dan masyarakat karena memengaruhi biaya transaksi yang menggunakan dolar AS. Perkembangan selanjutnya bergantung pada sentimen pasar saham dan respons pasar terhadap kebijakan suku bunga Bank Indonesia. Perbandingan antara pembukaan dan penutupan sebelumnya juga membantu menunjukkan arah perubahan nilai rupiah pada awal sesi perdagangan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
BI Pertahankan BI-Rate, IHSG Menguat di Jakarta
Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate 5,75 persen dan menaikkan deposit facility 25 basis poin pada 22 Oktober 2026. IHSG ditutup menguat 1,12 persen…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





