Bank Indonesia Perkuat Rantai Pasok Pangan di Sulampua
Bank Indonesia memperkuat rantai pasok dan distribusi pangan di Sulampua melalui GPIPS 2026. Program ini berlangsung di Makassar pada 23 Oktober 2026.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Makassar — Bank Indonesia mendorong penguatan rantai pasok dan konektivitas distribusi pangan di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Sulampua 2026 pada 23 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Pelabuhan Makassar itu memperkenalkan “Tallukarsa Pangan Sulampua”, sebuah pendekatan yang mencakup penguatan produksi, kerja sama pasokan antardaerah, distribusi, dan kelembagaan pangan. Bank Indonesia menyebut langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas harga, daya beli masyarakat, serta ketahanan pangan.
Program itu meliputi peningkatan kapasitas produksi pertanian dan perikanan melalui sarana-prasarana produktif serta dukungan pembiayaan perbankan bagi kelompok tani dan nelayan. Kerja sama antardaerah juga diperkuat untuk komoditas pangan yang berkontribusi terhadap inflasi.
Bank Indonesia turut mendorong pelepasan pusat distribusi mini atau kios pangan bergerak untuk memperpendek rantai pasok hingga ke pasar. Pengendalian inflasi dilakukan tidak hanya melalui stabilisasi harga dalam jangka pendek, tetapi juga melalui penguatan produksi dan efisiensi distribusi.
Rantai pasok Sulampua menentukan stabilitas harga pangan
Bank Indonesia mencatat tujuh dari sepuluh provinsi dengan inflasi tahunan tertinggi pada September 2026 berada di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Kondisi geografis kepulauan dan jarak distribusi membuat kelancaran pasokan menjadi persoalan penting bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia. Penguatan produksi daerah, konektivitas antardaerah, serta distribusi pangan menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan komoditas dan keterjangkauan harga.
GPIPS Sulampua 2026 diinisiasi Bank Indonesia, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan pemerintah daerah se-Sulampua. Forum tersebut juga membahas kebutuhan penguatan fasilitas penyimpanan ikan serta dukungan angkutan udara untuk distribusi pangan ke wilayah kepulauan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Bank Indonesia Nilai Ekonomi Lima Wilayah Tetap Terjaga
Bank Indonesia menilai ekonomi lima wilayah Indonesia tetap terjaga pada triwulan III 2026. Inflasi nasional tercatat 3,28% secara tahunan dan proyeks…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





