Kabar18.com

Rabu, 4 November 2026

Sekitar 5000 an Warga Mengungsi, 4 Ton Bantuan Dikirim Melalui Udara ke Kabupaten Solok-Pasaman Barat-Agam.

Rilis pers, disunting Redaksi Kabar18

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Bantuan dikirim dengan helikopter Basarnas dan TNI AU ke Kabupaten Solok, Pasaman Barat dan Agam, Senin (1/12).(Dok BNPB)
Bantuan dikirim dengan helikopter Basarnas dan TNI AU ke Kabupaten Solok, Pasaman Barat dan Agam, Senin (1/12).(Dok BNPB)

KABAR18.COM – Pemerintah Pusat mengerahkan alutsista helikopter untuk mempercepat pengiriman bantuan pangan dan non-pangan yang dibutuhkan warga terdampak di wilayah Sumatra Barat (Sumbar). Hal tersebut dikarenakan sejumlah akses yang terhalang pascabencana banjir dan longsor di wilayah.

BNPB bersama TNI dan Basarnas mendorong bantuan seberat 4 ton menuju Kabupaten Solok, Agam dan Pasaman Barat pada hari ini, Senin (1/12). Helikopter Basarnas dengan nomor HR 3684 mengangkut 360 kg bantuan menuju Kabupaten Solok. Bantuan yang diberikan mencakup makanan kemasan, beras, air mineral, bahan baku makanan, kasur dan obat-obatan. 

Sedangkan di Kabupaten Pasaman Barat, helikopter TNI AU membawa 1,34 ton bantuan menuju Maligi. Bantuan yang diberikan berupa bahan pangan dan non-pangan, seperti makanan olahan, makanan anak, makanan siap saji, air mineral, family kit dan selimut.  

Pengiriman dengan helikopter kembali dilakukan untu wilayah Kabupaten Agam. Bantuan pangan dan non-pangan seberat 2,3 ton diterjunkan ke Tiku dan Sungai Puar, Kabupaten Agam. Bantuan untuk warga terdampak antara lain air mineral, makanan ringan, makanan bayi, makanan olahan, sembako, selimut dan Kasur. Pengiriman bantuan ini menggunakan helikopter yang dioperasikan TNI AU. 

Data sementara per hari ini (1/12), BPBD Kabupaten Solok mencatat 958 KK atau 3.949 jiwa yang mengungsi, sedangkan populasi terdampak sebanyak 4.750 KK. Di Kabupaten Pasaman Barat, jumlah pengungsi sebanyak 338 KK atau 1.491 jiwa, dan terdampak 14.808 KK atau 57.948 jiwa. Sedangkan di Kabupaten Agam, BPBD setempat masih melakukan pendataan warga yang ada di pos pengungsian. 

BNPB bersama unsur terkait lainnya berupaya untuk mengoptimalkan pendistribusian bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah terdampak. Pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur darat, laut dan udara. Pembukaan akses darat dilakukan dengan pengerahan alat berat sehingga ini dapat mengefektifkan pengirman. 

 

         

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ragam

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.