Kabar18.com

Senin, 21 September 2026

Semarak Budaya 2026 di Surakarta Satukan Pegiat Seni dan Keris

Komunitas Omah Budhi Solo dan Kementerian Kebudayaan menggelar Semarak Budaya 2026 di Surakarta pada 20 September 2026. Acara ini mempertemukan pegiat budaya, praktisi perkerisan, pelaku seni, dan masyarakat dalam ruang belajar kebudayaan.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Surakarta, Jawa Tengah — Komunitas Omah Budhi Solo bersama Kementerian Kebudayaan menggelar Semarak Budaya 2026 di Surakarta, Minggu, 20 September 2026. Acara ini mempertemukan pegiat budaya, praktisi perkerisan, pelaku seni, dan masyarakat dalam satu ruang belajar kebudayaan.

Menurut laporan RRI Surakarta, kegiatan itu berlangsung di D'Lima Resto, Jebres, dengan tema Merawat Warisan, Menghidupkan Nilai, Meneguhkan Jati Diri. RRI menulis acara tersebut dirancang sebagai ruang dialog untuk menautkan kerja kebudayaan komunitas dengan kebijakan kebudayaan nasional.

Laporan Republika menyebut Semarak Budaya 2026 berangkat dari gagasan memperkuat pelestarian budaya melalui pertemuan lintas pelaku. Dalam acara itu, keris dan macapat ditempatkan sebagai bagian dari ruang belajar yang menghidupkan tradisi, bukan sekadar tontonan seremonial.

Acara ini menempatkan pelestarian budaya sebagai kerja bersama, dengan menautkan komunitas, seniman, dan institusi negara dalam satu forum. Di Surakarta, tradisi perkerisan dan seni macapat kembali tampil sebagai bagian dari upaya merawat warisan budaya Jawa.

Pelestarian lewat ruang temu

RRI menyebut kolaborasi Omah Budhi Solo dan Kementerian Kebudayaan mencerminkan upaya mempertemukan kebijakan budaya di tingkat nasional dengan praktik kebudayaan yang tumbuh di tengah komunitas. Dengan format ruang belajar, acara ini memberi porsi pada pertukaran pengetahuan antarpelaku budaya.

Republika menulis tema yang diusung menegaskan tiga sasaran utama: merawat warisan, menghidupkan nilai, dan meneguhkan jati diri. Kegiatan itu juga diposisikan sebagai ikhtiar menjaga kebudayaan agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Surakarta selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas budaya di Jawa Tengah, sehingga penyelenggaraan acara semacam ini memperkuat posisinya sebagai ruang perjumpaan tradisi dan praktik kebudayaan kontemporer.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.