Siapa yang Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2025?
Pertumbuhan ekonomi 2025 mencapai 5,11 persen. Angka itu ditopang konsumsi rumah tangga dan belanja negara, tetapi tidak otomatis menggambarkan kesejahteraan setiap kelompok masyarakat.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,11 persen, tetapi angka itu tidak hanya ditentukan oleh belanja pemerintah. Menurut Bank Indonesia yang mengutip data BPS, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,11 persen dan menjadi salah satu penopang ekonomi. Pada tahun yang sama, pemerintah mencatat pendapatan negara Rp2.765,13 triliun dan belanja negara Rp3.435,46 triliun.
Apa yang paling mendorong pertumbuhan ekonomi?
Konsumsi rumah tangga merupakan salah satu mesin utama pertumbuhan karena mencerminkan belanja masyarakat atas barang dan jasa. Bank Indonesia, berdasarkan data BPS, mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 5,11 persen pada 2025.
Bank Indonesia juga mencatat ekonomi triwulan IV 2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan, lebih tinggi daripada pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 5,04 persen. Angka tahunan 2025 meningkat dari 5,03 persen pada tahun sebelumnya.
Seberapa besar peran APBN?
APBN bekerja melalui belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah. Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja negara 2025 sebesar Rp3.435,46 triliun, sedangkan pendapatan negara mencapai Rp2.765,13 triliun.
Selisih antara pendapatan dan belanja tersebut tercermin dalam defisit APBN sebesar 2,81 persen terhadap PDB atau Rp670,34 triliun, menurut Kementerian Keuangan. Defisit adalah kondisi ketika belanja negara lebih besar daripada pendapatannya.
Apakah pertumbuhan 5,11 persen berarti semua rumah tangga lebih sejahtera?
Tidak otomatis. Pertumbuhan ekonomi mengukur kenaikan aktivitas ekonomi secara agregat, sedangkan pengalaman setiap rumah tangga dipengaruhi pendapatan, harga, pekerjaan, dan distribusi manfaat pertumbuhan.
Data Bank Indonesia menunjukkan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,11 persen pada 2025, tetapi angka itu tidak menjelaskan sendiri bagaimana perubahan pengeluaran terjadi pada setiap kelompok pendapatan atau daerah.
Bagaimana membaca angka pertumbuhan secara tepat?
Angka 5,11 persen adalah pertumbuhan ekonomi tahunan secara year-on-year, bukan kenaikan pendapatan setiap warga. Pembacaan yang lebih utuh perlu memisahkan sumber pertumbuhan—konsumsi, investasi, belanja pemerintah, serta ekspor-impor—dan melihatnya bersama indikator fiskal.
Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan “siapa yang mendorong ekonomi Indonesia” adalah gabungan: konsumsi rumah tangga menjadi penopang penting, sementara APBN menyediakan belanja publik dan dukungan fiskal. Keduanya perlu dibaca bersama, bukan sebagai ukuran tunggal kesejahteraan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Suahasil: Modal Masuk ke SBN dan SRBI Capai Rp140,7 Triliun
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan ekonomi Indonesia tetap resilien pada semester I 2026. Hingga 14 September, modal masuk melalui SBN dan SR…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga





