Mengapa Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen pada Triwulan III 2026?
BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen pada triwulan III 2026. Konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar, sementara konsumsi pemerintah tumbuh 8,95 persen.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan pada triwulan III 2026, dengan konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah sebagai komponen utama pada 5 November 2026.
Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,04 persen secara tahunan dan menjadi sumber pertumbuhan terbesar, dengan andil 2,62 persen terhadap pertumbuhan ekonomi. Komponen ini juga menyumbang 51,97 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Investasi yang tercermin dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turut menopang ekonomi. PMTB memberikan kontribusi besar terhadap PDB dan, bersama konsumsi rumah tangga, menjadi penopang utama perekonomian pada triwulan III 2026. Konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi dari sisi pengeluaran, yakni 8,95 persen secara tahunan.
Mengapa pertumbuhan ini penting bagi pembaca
Data tersebut menunjukkan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya berasal dari konsumsi masyarakat. Investasi dan belanja pemerintah juga ikut menjaga laju ekonomi pada periode ketika pertumbuhan nasional mencapai 5,47 persen. Bagi pembaca, susunan sumber pertumbuhan ini membantu menjelaskan peran belanja rumah tangga, pembentukan modal, dan belanja negara terhadap kinerja ekonomi nasional.
BPS menyebut pertumbuhan triwulan III 2026 lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,04 persen. Jika dibandingkan dengan triwulan II 2026, ekonomi tumbuh 1,59 persen. CNBC Indonesia melaporkan pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan II 2026 sebesar 5,29 persen dan menjadi yang tertinggi sejak triwulan I 2026 yang mencapai 5,61 persen.
CNBC Indonesia juga melaporkan konsumsi rumah tangga dan PMTB secara keseluruhan menyumbang 82,78 persen terhadap perekonomian nasional. Pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 8,95 persen didorong peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
BPS Catat 12,01 Juta Kunjungan Wisman hingga September 2026
BPS mencatat 12,01 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Januari–September 2026, naik 5,01 persen secara tahunan. Ngurah Rai menjadi…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga


