Kabar18.com

Kamis, 15 Oktober 2026

Silaturahmi Asian Agri dan Jurnalis, Sekaligus Sharing Succes Story Kemitraan

Sebagai perintis program pemerintah PIR - Trans, Asian Agri bermitra dengan 30.000 petani plasma di Provinsi Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ketua KUD Karya Jaya, H Ruhiyat | foto : nono wahyu nugroho
Ketua KUD Karya Jaya, H Ruhiyat | foto : nono wahyu nugroho

KOTAJAMBI, KABAR18.COM - Asian Agri merupakan salah satu perusahaan swasta nasional di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO). Sejak tahun 1979 hingga kini telah mengelola 100 ribu hektar kebun kelapa sawit, dan mempekerjakan lebih dari 20.000 orang.

Sebagai perintis program pemerintah Indonesia, Perkebunan Inti Rakyat (PIR - Trans), Asian Agri bermitra dengan 30.000 petani plasma di Provinsi Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kemitraan dan peningkatan ekonomi petani.

Hal itu dikatakan Media Relation Asian Agri, Lidya Veronica, dihadapan beberapa jurnalis dari berbagai media di Jambi, di EV Garden, Kota Jambi, Selasa (16/5/2023).

Menurut Lidya yang murah senyum itu, dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar, dan praktik pengelolaan kebun sawit berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra meningkatkan produktivitas, hasil panen, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi.

"Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisir energi gas rumah kaca," kata Lidya.

Ketua KUD Karya Jaya, H Ruhiyat, dalam sharing story kemitraan Asian Agri mengungkapkan, berkat kemitraan dengan Asian Agri kebun kelapa sawitnya dikelola dengan baik, sehingga tumbuh subur dan panen lebih awal.

"Dalam kemitraan bersama Asian Agri, banyak bantuan yang diterima petani kelapa sawit yang bergabung di KUD Karya Jaya, seperti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR)/replanting, membantu petani melalui berbagai pelatihan, bimbingan teknis budidaya kelapa sawit, hingga penggunaan bibit unggul Topaz, agar kebun kelapa sawit generasi kedua ini berproduksi maksimal," ungkap Ruhiyat.

Silaturahmi Asian Agri dengan jurnalis tersebut, diakhiri dengan tanya jawab yang penuh keakraban. ***

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.