Kabar18.com

Senin, 21 September 2026

Sulawesi Utara: BMKG Petakan Zona Sangat Mudah Terbakar 21–27 September 2026

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado merilis peta kemudahan terbakar lapisan atas permukaan tanah untuk Sulawesi Utara pada periode 21–27 September 2026.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Sulawesi Utara — Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peta kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah untuk wilayah Sulawesi Utara pada periode 21–27 September 2026.

Menurut laporan media lokal yang merujuk data BMKG, sebagian besar wilayah daratan dan gugusan pulau di Sulawesi Utara pada peta tersebut ditandai warna merah yang berarti masuk kategori sangat mudah terbakar.

Peta ini merupakan bagian dari produk Fine Fuel Moisture Code (FFMC) BMKG yang menggambarkan tingkat kemudahan api menyala pada bahan bakar ringan di lapisan atas permukaan tanah, berdasarkan parameter cuaca seperti suhu, kelembapan, dan angin.

Kategori Risiko dalam Peta BMKG

Menurut penjelasan dalam legenda peta yang dikutip media, BMKG menggunakan empat tingkat kemudahan terbakar.

  • Biru (Low/Aman): kondisi aman.
  • Hijau (Moderate/Tidak Mudah): tidak mudah terbakar.
  • Kuning (High/Mudah): mudah terbakar.
  • Merah (Very High/Sangat Mudah): sangat mudah terbakar.

Legenda peta juga memuat batas provinsi, batas kabupaten/kota, sungai, danau atau laut, serta area gambut sebagai informasi tambahan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam membaca sebaran risiko.

Dominasi Zona Sangat Mudah Terbakar

Pada peta yang berlaku untuk 21–27 September 2026, warna merah dilaporkan mendominasi daratan utama Sulawesi Utara.

Zona sangat mudah terbakar tampak membentang dari bagian barat yang berbatasan dengan Provinsi Gorontalo hingga bagian timur Sulawesi Utara, serta terlihat pada sejumlah gugusan pulau di sisi utara.

Wilayah berwarna kuning (mudah terbakar) dan hijau (tidak mudah terbakar) muncul di beberapa titik di bagian selatan daratan, dengan sebaran yang lebih bervariasi pada peta harian tanggal 25–27 September 2026.

BMKG Tekankan Peta Bukan Indikasi Kebakaran Sedang Terjadi

BMKG menegaskan bahwa peta kemudahan terbakar ini tidak menyatakan sedang terjadi kebakaran hutan atau lahan di wilayah yang berwarna merah atau kuning.

Peta FFMC menggambarkan seberapa mudah bahan bakar permukaan tersulut bila ada sumber api, sehingga berfungsi sebagai indikator risiko dan dasar peringatan dini kebakaran hutan dan lahan.

Dalam penjelasan umum BMKG mengenai peringatan kebakaran hutan dan lahan, indeks FFMC digunakan untuk memantau potensi kemudahan terjadinya kebakaran dari sisi kondisi cuaca dan bahan bakar ringan di lapisan atas permukaan tanah.

Imbauan Kewaspadaan bagi Pemerintah Daerah dan Warga

Sejalan dengan peta FFMC dan prakiraan musim kemarau, BMKG sebelumnya telah mengingatkan bahwa sebagian wilayah Sulawesi menghadapi kondisi cuaca kering dan peningkatan potensi kebakaran.

Dalam berbagai imbauan resmi, BMKG meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang masuk kategori mudah dan sangat mudah terbakar.

Data peta kemudahan terbakar di Sulawesi Utara periode 21–27 September 2026 diharapkan menjadi rujukan bagi otoritas setempat dalam menyiapkan langkah pencegahan, patroli, dan sosialisasi kepada warga agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.