Warga Desa Tumpak Pulihkan Hutan dan Kembangkan Ekowisata
Warga Desa Tumpak, Lombok Tengah, menumbuhkan sekitar 30.000 pohon dan mengembangkan ekowisata yang menarik sekitar 800 wisatawan setiap tahun. Kegiatan ini juga membuka sumber pendapatan baru.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Lombok Tengah — Warga Desa Tumpak telah menumbuhkan sekitar 30.000 pohon di kawasan hutan lindung Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan mengembangkan ekowisata yang menarik sekitar 800 wisatawan setiap tahun.
Inisiatif tersebut digerakkan Burhanudin bersama masyarakat melalui pemulihan lingkungan dengan pendekatan agroforestri. Penanaman berlangsung di kawasan seluas 96 hektare. Penghijauan dilakukan setelah kawasan hutan mengalami kerusakan dan sempat gundul pada 2018.
Pohon-pohon itu mendukung penyediaan pakan ternak dan buah-buahan. Kegiatan warga kemudian berkembang menjadi peternakan, ekowisata, serta pengolahan produk berbahan dasar kelapa, antara lain cocopeat, minyak kelapa, dan briket.
Hutan Tumpak membuka sumber ekonomi baru bagi warga
Ekowisata Desa Tumpak kini menarik sekitar 800 wisatawan per tahun, mayoritas berasal dari luar negeri. Aktivitas tersebut menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp60 juta per tahun dan membuka kesempatan kerja bagi sekitar 60 warga.
Perubahan itu menunjukkan bahwa pemulihan kawasan hutan dapat berjalan bersama pengembangan mata pencaharian masyarakat. Kabar ini berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, ekonomi desa, dan pengembangan wisata berbasis alam di kawasan sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.
Program penghijauan dan penguatan ekonomi di Desa Tumpak melibatkan Pertamina bersama kelompok masyarakat. Produk hasil hutan dan kelapa dikembangkan sebagai sumber pendapatan, sementara kawasan yang dipulihkan digunakan untuk kegiatan pembelajaran serta ekowisata.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Menteri Pariwisata Dorong Sport Tourism Berlanjut di Lombok Tengah
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana meminta manfaat MotoGP Mandalika 2026 berlanjut melalui kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi masyarak…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





