Pertamina Kembangkan Energi Bersih di Tumpak dan Bondan
Pertamina mengembangkan energi terbarukan di Desa Tumpak dan Dusun Bondan untuk mendukung ekonomi warga. Program ini berkontribusi pada pengurangan sekitar 1,1 juta ton CO2 ekuivalen.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Lombok Tengah dan Cilacap — Pertamina mengembangkan Program Desa Energi Berdikari di Desa Tumpak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Dusun Bondan, Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah, untuk memanfaatkan energi terbarukan sekaligus memperkuat ekonomi warga.
Di Desa Tumpak, panel surya berkapasitas 6,6 kWp mendukung kegiatan peternakan, ekowisata, dan pengolahan produk kelapa. Desa itu menarik sekitar 800 wisatawan setiap tahun, melibatkan sekitar 60 tenaga kerja, serta mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp60 juta per tahun.
Di Dusun Bondan, Pembangkit Listrik Tenaga Hibrida (PLTH) memasok listrik untuk rumah tangga, aerator tambak, dan teknologi desalinasi yang mengolah air payau menjadi air bersih. Program tersebut juga mendukung pelatihan pengolahan hasil tambak dan kegiatan ekonomi produktif warga.
Pertamina menyebut Program Desa Energi Berdikari telah dikembangkan di sekitar 310 desa hingga 2026. Program itu memanfaatkan sumber energi sesuai karakteristik wilayah, termasuk tenaga surya, biogas, mikrohidro, biodiesel, dan pembangkit listrik tenaga hibrida.
Energi terbarukan memperkuat ekonomi desa
Program tersebut berkontribusi pada pengurangan sekitar 1,1 juta ton karbon dioksida ekuivalen dan mendukung pengelolaan sekitar 145 ribu ton sampah per tahun. Pemanfaatan energi bersih diarahkan agar akses listrik berjalan bersama pengembangan potensi ekonomi lokal.
Di Desa Tumpak, produk turunan kelapa yang dikembangkan mencakup cocopeat, virgin coconut oil (VCO), dan briket. Di Dusun Bondan, listrik dari PLTH membantu meningkatkan akses energi dan kualitas hidup masyarakat pesisir.
Pertamina menjalankan program ini melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), dengan pendekatan yang menyesuaikan sumber daya dan kebutuhan setiap desa.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga




