Yahya Zaini Minta Faskes Siaga Hadapi Super Flu di Indonesia
Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini meminta rumah sakit dan puskesmas siaga 24 jam setelah influenza A(H3N2) subclade K terdeteksi di 13 provinsi.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Yahya Zaini pada Kamis (24/9/2026) meminta Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah menyiapkan rumah sakit, puskesmas, tenaga medis, tenaga kesehatan, serta obat-obatan untuk menghadapi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia.
Permintaan itu disampaikan setelah Kementerian Kesehatan melaporkan influenza A(H3N2) subclade K, yang kerap disebut “Super Flu”, telah terdeteksi di 13 provinsi. Yahya juga meminta fasilitas kesehatan memberikan layanan selama 24 jam agar masyarakat tidak terlambat memperoleh penanganan.
Kesiapan layanan menentukan akses pasien di 13 provinsi
Menurut laporan detikcom, Komisi IX DPR mendorong Kementerian Kesehatan aktif memberikan peringatan kepada masyarakat dan mengimbau warga mewaspadai penyebaran “Super Flu”. Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah diminta memastikan fasilitas kesehatan dapat melayani masyarakat yang terkena influenza tersebut.
Data kumulatif sejak Januari 2026 yang dikutip laporan itu mencatat kasus subclade K terbanyak berada di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, masing-masing sebanyak 18 kasus atau sekitar 24 persen dari total kasus yang tercatat. Sebaran lain yang disebut meliputi Jawa Barat 12 kasus, DKI Jakarta 11 kasus, Sumatera Selatan 5 kasus, dan Sumatera Utara 3 kasus.
Laporan IDN Times menyebut laporan pengawasan Kementerian Kesehatan yang diperbarui pada 19 September 2026 mencatat 76 deteksi H3N2 subclade K di 13 provinsi. Laporan tersebut juga menyatakan aktivitas influenza secara keseluruhan masih dikategorikan rendah.
Langkah berikutnya yang didorong Komisi IX adalah kesiapan rumah sakit dan puskesmas selama 24 jam, termasuk ketersediaan tenaga serta obat-obatan, agar warga yang membutuhkan layanan tidak terlambat ditangani.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Politik
Anggota DPR Minta Audit Pengungsian Gempa NTT Usai 94 Orang Meninggal
Data BNPB per 15 September 2026 mencatat kematian di pengungsian hampir dua kali korban langsung gempa yang berjumlah 48 orang. Hingga 19 September be…
Terbaru di Kesehatan
Berita utama hari ini

Baca juga





