Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

200.815 UMKM Jawa Tengah Kantongi Sertifikat Halal

Sebanyak 200.815 UMKM di Jawa Tengah telah memiliki sertifikat halal melalui program Sehati. Pemerintah daerah mengaitkannya dengan pengembangan pariwisata ramah muslim dan ekonomi syariah.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tahu goreng krispi tersaji di dalam tampah anyaman bambu di gerai pedagang kaki lima.
Ilustrasi: Tahu goreng krispi tersaji di dalam tampah anyaman bambu di gerai pedagang kaki lima. · Foto: Firman Marek_Brew / Pexels

Semarang — Sebanyak 200.815 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah telah mengantongi sertifikat halal melalui program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) pada Sabtu, 7 November 2026.

Capaian tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dalam Workshop Pengembangan Ekosistem Halal di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah. Sertifikasi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem halal serta menyiapkan pengembangan pariwisata ramah muslim dan ekonomi syariah berkelanjutan.

Dalam pengembangan destinasi, pemerintah daerah mendorong identifikasi kebutuhan wisatawan muslim. Kebutuhan itu antara lain pusat kuliner atau kedai makanan bersertifikat halal di kawasan wisata, serta fasilitas pendukung di hotel dan destinasi wisata alam maupun buatan.

Sertifikasi halal memperkuat layanan wisata Jawa Tengah

Bagi pelaku UMKM, sertifikat halal memberi dasar legalitas produk sekaligus mendukung kesiapan usaha memasuki pasar wisata ramah muslim. Bagi wisatawan, ketersediaan makanan bersertifikat halal menjadi salah satu unsur layanan yang perlu dipastikan di destinasi.

Program Sehati dijalankan untuk membantu UMKM memperoleh sertifikasi halal tanpa biaya. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengaitkan penguatan ekosistem halal dengan arah pembangunan daerah, termasuk pengembangan ekonomi syariah berkelanjutan.

Pengembangan wisata ramah muslim tidak hanya mencakup produk makanan. Fasilitas pendukung di hotel, destinasi wisata alam, dan destinasi wisata buatan juga disebut perlu disiapkan agar kebutuhan wisatawan muslim dapat diakomodasi.

Langkah berikutnya yang disampaikan pemerintah daerah adalah mendorong destinasi wisata di Jawa Tengah mengidentifikasi kebutuhan wisatawan muslim serta menyediakan layanan dan fasilitas yang relevan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Entrepreneur

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.