Kabar18.com

Jumat, 6 November 2026

Jawa Tengah Siapkan Aktivasi 1.000 Desa Wisata hingga 2027

Pemprov Jawa Tengah menyiapkan pengaktifan 1.000 desa wisata sepanjang 2026–2027. Program ini menghubungkan potensi alam, budaya, kuliner, dan produk lokal.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pondok kayu tradisional dan perahu di tepi danau yang dikelilingi pepohonan rimbun.
Ilustrasi: Pondok kayu tradisional dan perahu di tepi danau yang dikelilingi pepohonan rimbun. · Foto: Jeny Godjali / Pexels

Magelang — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan program pengaktifan 1.000 desa wisata sepanjang 2026–2027. Pernyataan itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat berdialog dengan pelaku pariwisata di Desa Wisata Candirejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Kamis, 5 November 2026.

Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal. Unsur yang dikembangkan meliputi wisata alam, budaya, kuliner, dan produk unggulan masyarakat. Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan konektivitas antardesa wisata agar wisatawan dapat mengakses rangkaian layanan dan daya tarik dalam satu perjalanan.

Ahmad Luthfi mengatakan konektivitas itu mencakup keterhubungan antara makanan, budaya, dan penginapan. Pengembangan berbasis komunitas di Desa Wisata Candirejo menjadi salah satu contoh pendekatan yang hendak diperkuat pemerintah daerah.

Program menghubungkan potensi lokal dan ekonomi warga

Bagi pembaca, rencana ini berarti desa wisata tidak hanya diposisikan sebagai tujuan kunjungan, tetapi juga sebagai simpul kegiatan ekonomi masyarakat. Keterhubungan antardestinasi dapat memperluas manfaat pariwisata ke pelaku kuliner, pengelola atraksi budaya, produsen produk lokal, dan penyedia akomodasi.

Pemprov Jawa Tengah menetapkan pengembangan desa wisata sebagai bagian dari arah pariwisata berkelanjutan. Pemerintah daerah juga mengaitkannya dengan penguatan ekonomi kreatif dan budaya, sehingga potensi setiap desa dapat dikembangkan secara terpadu.

Contoh penggerak ekonomi yang disebut dalam laporan adalah Bank Jateng Borobudur Marathon 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 15 November 2026. Kegiatan tersebut dipandang sebagai salah satu bentuk penghubung antara agenda wisata, kunjungan, dan aktivitas ekonomi setempat.

Program pengaktifan 1.000 desa wisata akan berjalan sepanjang 2026–2027, dengan pengembangan yang berfokus pada potensi alam, budaya, kuliner, serta produk lokal di Jawa Tengah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.