Kabar18.com

Minggu, 20 September 2026

Angklung Meramaikan Festival Kota Lama Semarang dengan Peserta Lintas Usia

Pagelaran 1000 Angklung Nusantara digelar pada 19 September dalam Festival Kota Lama Semarang. Angklung juga memiliki tempat dalam warisan budaya UNESCO.

Redaksi Kabar18

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Arsip angklung di Musical Instrument Museum, Phoenix, 6 April 2022. Foto ilustrasi, bukan dokumentasi pagelaran Semarang 2026. Diperkecil otomatis oleh CMS.
Arsip angklung di Musical Instrument Museum, Phoenix, 6 April 2022. Foto ilustrasi, bukan dokumentasi pagelaran Semarang 2026. Diperkecil otomatis oleh CMS. · Foto: Terry Ballard / Wikimedia Commons / CC BY 2.0

Bunyi angklung meramaikan kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 19 September 2026. Dokumentasi ANTARA Foto memperlihatkan peserta lintas usia mengikuti Pagelaran 1000 Angklung Nusantara dalam Festival Kota Lama.

Peserta mengenakan kebaya dan pakaian tradisional. Kelompok yang terdokumentasi mencakup warga lanjut usia, pelajar, serta mahasiswa. Rangkaian penampilan juga menghadirkan tari Perahu Layar pada penyelenggaraan festival yang disebut memasuki edisi ke-15.

Angka 1000 merupakan bagian nama pagelaran. Dokumentasi yang ditinjau belum memberikan penghitungan peserta secara terpisah, sehingga angka itu tidak digunakan sebagai jumlah kehadiran yang telah diverifikasi.

Dalam arsip UNESCO, angklung dijelaskan sebagai alat musik dari tabung bambu yang digantung pada kerangka. Setiap angklung menghasilkan nada atau akor tertentu, sehingga para pemain perlu bekerja bersama untuk membentuk melodi. Angklung Indonesia tercantum dalam daftar representatif warisan budaya takbenda pada 2010.

Keterangan UNESCO juga menempatkan pendidikan angklung dalam tradisi pewarisan antargenerasi dan lembaga pendidikan. Konteks tersebut membantu menjelaskan mengapa permainan bersama menjadi bagian penting pengalaman mengenal alat musik ini.

Pagelaran di Semarang mempertemukan pertunjukan musik dan ruang bersejarah kota. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan partisipasi budaya, tetapi belum menyediakan ukuran dampak ekonomi ataupun kenaikan kunjungan wisata. Dampak tersebut memerlukan data penyelenggara dan pengamatan tersendiri setelah kegiatan selesai.

Sumber: ANTARA Foto, 19 September 2026; Arsip UNESCO tentang angklung Indonesia.

Foto: Terry Ballard, CC BY 2.0.

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.