Antrean BBM Mengubah Rute Wisatawan di Bali
Antrean BBM memicu kemacetan di Bali dan membuat biro perjalanan mengalihkan wisatawan ke destinasi yang lebih dekat. ASITA Bali belum mencatat pembatalan kunjungan.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Bali — Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengubah rencana perjalanan wisatawan di Bali pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (DPD ASITA) Bali I Putu Winastra mengatakan belum ada pembatalan kunjungan, tetapi biro perjalanan mengalihkan wisatawan ke destinasi yang lebih dekat dan tidak terlalu padat.
Penyesuaian dilakukan karena antrean kendaraan di sekitar SPBU memicu kemacetan di sejumlah titik. Wisatawan yang semula dijadwalkan menuju kawasan Bali Selatan dapat diarahkan ke lokasi lain dengan kondisi lalu lintas yang lebih memungkinkan. Salah satu contoh yang disebut adalah pengalihan perjalanan dari Tanah Lot ke destinasi yang lebih dekat.
Winastra mengatakan biro perjalanan menyampaikan kondisi lalu lintas kepada wisatawan secara objektif. Wisatawan disebut memahami perubahan tersebut sehingga agenda wisata tetap berjalan tanpa pembatalan seluruh kegiatan.
Perubahan rute menjaga agenda wisata tetap berjalan
Gangguan lalu lintas juga berdampak pada mobilitas anggota ASITA. Antrean kendaraan di sekitar SPBU sempat menyulitkan perjalanan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kondisi itu membuat biro perjalanan menyesuaikan rencana perjalanan berdasarkan situasi di lapangan.
ASITA Bali belum mencatat pembatalan kunjungan akibat kemacetan yang berkaitan dengan antrean BBM. Perubahan tujuan dilakukan sebagai langkah operasional agar wisatawan tetap dapat menjalankan kegiatan selama berada di Bali.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Pertamina Tambah Pasokan BBM 26.200 Kiloliter ke Bali
Pertamina Patra Niaga menjadwalkan kedatangan kapal BBM pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal Sanggaran dan Manggis. Total tambahan pasoka…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





