Fasilitas Kesehatan Jakarta Disiagakan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta rumah sakit, puskesmas, dan puskesmas pembantu meningkatkan kesiapsiagaan setelah AQI Jakarta mencapai 162. PM2.5 tercatat 71 mikrogram per meter kubik.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Jakarta — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan pada 17 Oktober 2026 setelah kualitas udara memburuk dalam dua hingga tiga hari terakhir.
Instruksi itu mencakup rumah sakit, puskesmas, dan puskesmas pembantu agar siap memberikan pelayanan kepada warga yang mengalami gangguan pernapasan atau masalah kesehatan lain yang berkaitan dengan kondisi udara.
Kondisi tersebut berlangsung setelah asap kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di atmosfer Jakarta. Pemantauan IQAir pada 17 Oktober 2026 pukul 01.00 WIB mencatat indeks kualitas udara Jakarta mencapai AQI US 162, yang masuk kategori tidak sehat. Pada waktu yang sama, konsentrasi PM2.5 tercatat 71 mikrogram per meter kubik.
Kesiapsiagaan fasilitas kesehatan melindungi kelompok rentan
Langkah pemerintah daerah relevan bagi warga Jakarta karena penurunan kualitas udara dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan. Masyarakat diminta memantau pembaruan kualitas udara secara berkala dan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kondisi memburuk.
Warga yang harus beraktivitas di luar gedung dianjurkan menggunakan masker respirator bersertifikasi seperti N95, KN95, atau KF94. Pintu dan jendela rumah juga diminta ditutup rapat saat udara luar tercemar asap. Informasi BMKG menyebut asap karhutla terdeteksi melintas di atas Jakarta pada 16 Oktober 2026 berdasarkan pemantauan satelit Himawari 9.
Fasilitas kesehatan disiapkan untuk menangani warga terdampak, sementara masyarakat perlu segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Tokoh
Bahlil Pastikan Stok Pertalite Aman 16–18 Hari di Jakarta
Bahlil Lahadalia menyatakan stok BBM nasional masih aman pada 16 Oktober 2026. Ketahanan Pertalite sekitar 16–18 hari, sedangkan BBM lain disebut tida…
Terbaru di Kesehatan

Berita utama hari ini

Baca juga




