Kabar18.com

Sabtu, 17 Oktober 2026

BMKG Deteksi Kabut Asap Karhutla di 26 Wilayah Indonesia

BMKG mendeteksi kabut asap karhutla di 26 wilayah Indonesia pada 17 Oktober 2026. Asap melintasi Malaysia, Singapura, dan Papua Nugini, sementara Palangka Raya serta Pangkalan Bun dilaporkan berudara berbahaya.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan pohon tinggi di lereng bukit yang diselimuti kabut tebal.
Ilustrasi: Deretan pohon tinggi di lereng bukit yang diselimuti kabut tebal. · Foto: Ravi Kant / Pexels

Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 26 wilayah Indonesia pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Asap terpantau di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, serta melintasi batas negara menuju Malaysia, Singapura, dan Papua Nugini.

Data citra satelit Himawari 9 SM BMKG yang dipantau pukul 08.00 WIB menunjukkan sebaran asap di berbagai wilayah Indonesia. Rincian wilayah yang dilaporkan mencakup Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

BMKG mencatat asap dari Sumatera menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura. Sebaran dari Kalimantan mengarah ke Semenanjung Malaysia, Sarawak, dan Singapura, sedangkan asap dari Papua Nugini terpantau menuju Papua Selatan.

Di Kalimantan Tengah, Palangka Raya dan Pangkalan Bun termasuk wilayah dengan kualitas udara berbahaya. Laporan pemantauan kualitas udara menyebut konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Palangka Raya mencapai 3.340 µg/m3 pada 14 Oktober 2026, sedangkan Pangkalan Bun tercatat 378,8 µg/m3.

Kabut asap berdampak pada kesehatan dan aktivitas lintas wilayah

Informasi sebaran asap penting bagi pembaca karena kualitas udara buruk dapat memengaruhi kesehatan, jarak pandang, dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak. Partikulat PM2.5 dapat masuk jauh ke paru-paru dan aliran darah, dengan risiko lebih besar bagi anak-anak, lansia, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Asap lintas batas juga berdampak pada negara tetangga. Pemantauan yang dikutip dalam laporan menyebut kualitas udara Singapura masuk kategori tidak sehat, sementara kabut asap turut mengganggu operasional penerbangan Malaysia-Singapura.

BMKG mengimbau masyarakat mengikuti informasi kualitas udara berdasarkan pengukuran resmi, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, dan mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kualitas udara memburuk.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.