BRIN Waspadai Asap Karhutla Bergerak ke Jawa dan Jakarta
BRIN memprediksi asap kebakaran hutan dan lahan dapat menyebar ke Jawa dan Jakarta saat arah angin berubah pada November–Desember 2026. Asap dari Kalimantan telah terpantau di atmosfer wilayah barat Jawa.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi asap kebakaran hutan dan lahan dapat menyebar ke Jawa, termasuk Jakarta, ketika arah angin berubah pada November–Desember 2026.
Prediksi tersebut disampaikan setelah asap kebakaran hutan dan lahan dari Kalimantan terpantau memasuki atmosfer Jakarta, Banten, dan Jawa Barat pada Jumat, 16 Oktober 2026.
BMKG menjelaskan, keberadaan asap pada citra satelit belum otomatis berarti konsentrasi polutan meningkat di permukaan tanah. Arah pergerakan asap di Jawa perlu dipantau untuk memastikan apakah asap hanya melintas di lapisan atmosfer atas atau turut memengaruhi udara yang dihirup masyarakat.
Asap berpotensi memengaruhi kualitas udara di Jawa
BRIN menyebut perubahan pola angin akibat peralihan monsun dapat membawa asap menuju Jawa dan Jakarta. Kondisi itu berpotensi memburuk apabila kebakaran belum berhasil dipadamkan. Fenomena El Niño dan mundurnya musim hujan juga disebut dapat memperpanjang kondisi yang mendukung kebakaran.
Media Indonesia melaporkan asap dari Kalimantan mulai terpantau memasuki Jakarta, Banten, dan Jawa Barat pada Jumat, 16 Oktober 2026. Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan citra satelit menunjukkan sebaran asap telah mencapai wilayah tersebut, tetapi pemantauan lanjutan masih diperlukan untuk mengukur dampaknya di permukaan.
BRIN mendorong pencegahan pembakaran berulang, pengetatan perizinan lahan, dan penegakan hukum sebagai bagian dari penanganan kebakaran hutan dan lahan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi sumber asap sebelum perubahan angin memperluas sebarannya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
BMKG Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang di Indonesia
BMKG menetapkan status Waspada hujan sedang hingga lebat di 12 wilayah Indonesia pada 17 Oktober 2026. Angin kencang berpotensi terjadi di enam wilaya…
Terbaru di Daerah
Baca juga


