BMKG Ingatkan Bahaya Awan Cumulonimbus bagi Penerbangan di Labuan Bajo
BMKG Komodo mengingatkan potensi hujan lebat, petir, angin kencang, dan gangguan penerbangan akibat pertumbuhan awan cumulonimbus selama pancaroba di Labuan Bajo.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Labuan Bajo — Stasiun Meteorologi Kelas II Komodo mengingatkan masyarakat dan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai pertumbuhan awan cumulonimbus di Labuan Bajo pada 6 November 2026.
Mengapa ini penting: Pengguna transportasi udara di Labuan Bajo perlu memperhitungkan potensi hujan lebat, jarak pandang terbatas, turbulensi, dan gangguan angin pada masa pancaroba.
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Patricia Seran mengatakan awan cumulonimbus tumbuh pada masa pancaroba, terutama dari siang hingga sore. Awan itu dapat memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang dalam durasi singkat.
Menurut RRI, potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai meliputi puting beliung, hujan es, banjir, dan tanah longsor. Awan cumulonimbus juga berisiko bagi penerbangan karena dapat mengandung air superdingin yang membeku ketika mengenai badan pesawat.
Lapisan es tersebut dapat mengubah bentuk aerodinamis sayap, menambah beban pesawat, dan menyumbat sensor. DetikBali melaporkan awan ini juga dapat menimbulkan turbulensi hebat, wind shear, dan microburst, yaitu perubahan mendadak pada kecepatan atau arah angin.
Untuk mendukung keselamatan penerbangan, BMKG menyediakan dokumen flight documentation yang memuat informasi cuaca di bandara keberangkatan, tujuan, dan alternatif. Dokumen itu juga mencakup peta Significant Weather atau SIGWX serta informasi freezing level, yakni batas ketinggian saat suhu udara mencapai nol derajat Celsius.
Maria menjelaskan pertumbuhan awan pada masa pancaroba dipengaruhi pemanasan matahari lokal. Karena itu, hujan lebat dan petir umumnya muncul pada siang menjelang sore secara sporadis dengan durasi singkat.
Potensi gangguan penerbangan
Hujan lebat sebelumnya sempat mengganggu pendaratan pesawat di Bandara Internasional Komodo. Pesawat Wings Air rute Lombok-Labuan Bajo berputar selama 25 menit pada 1 November 2026 sebelum mendarat setelah jarak pandang membaik.
Informasi cuaca dalam dokumen BMKG digunakan untuk membantu perencanaan penerbangan dari satu bandara ke bandara lain, termasuk penilaian terhadap bandara alternatif.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Hiburan
Pulang Kampung Bene Dion Berlatar Danau Toba Tayang 26 November
Film musikal Pulang Kampung karya Bene Dion Rajagukguk diproduksi Imajinari dan mengangkat budaya Batak dengan latar Danau Toba. Film ini dijadwalkan…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





