Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

BMKG Ingatkan Bahaya Awan Cumulonimbus bagi Penerbangan di Labuan Bajo

BMKG Komodo mengingatkan potensi hujan lebat, petir, angin kencang, dan gangguan penerbangan akibat pertumbuhan awan cumulonimbus selama pancaroba di Labuan Bajo.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Foto arsip: Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. · Foto: Gabriel ^(oo)^ / Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Labuan Bajo — Stasiun Meteorologi Kelas II Komodo mengingatkan masyarakat dan pengguna transportasi udara untuk mewaspadai pertumbuhan awan cumulonimbus di Labuan Bajo pada 6 November 2026.

Mengapa ini penting: Pengguna transportasi udara di Labuan Bajo perlu memperhitungkan potensi hujan lebat, jarak pandang terbatas, turbulensi, dan gangguan angin pada masa pancaroba.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Patricia Seran mengatakan awan cumulonimbus tumbuh pada masa pancaroba, terutama dari siang hingga sore. Awan itu dapat memicu hujan lebat disertai petir dan angin kencang dalam durasi singkat.

Menurut RRI, potensi bahaya lain yang perlu diwaspadai meliputi puting beliung, hujan es, banjir, dan tanah longsor. Awan cumulonimbus juga berisiko bagi penerbangan karena dapat mengandung air superdingin yang membeku ketika mengenai badan pesawat.

Lapisan es tersebut dapat mengubah bentuk aerodinamis sayap, menambah beban pesawat, dan menyumbat sensor. DetikBali melaporkan awan ini juga dapat menimbulkan turbulensi hebat, wind shear, dan microburst, yaitu perubahan mendadak pada kecepatan atau arah angin.

Untuk mendukung keselamatan penerbangan, BMKG menyediakan dokumen flight documentation yang memuat informasi cuaca di bandara keberangkatan, tujuan, dan alternatif. Dokumen itu juga mencakup peta Significant Weather atau SIGWX serta informasi freezing level, yakni batas ketinggian saat suhu udara mencapai nol derajat Celsius.

Maria menjelaskan pertumbuhan awan pada masa pancaroba dipengaruhi pemanasan matahari lokal. Karena itu, hujan lebat dan petir umumnya muncul pada siang menjelang sore secara sporadis dengan durasi singkat.

Potensi gangguan penerbangan

Hujan lebat sebelumnya sempat mengganggu pendaratan pesawat di Bandara Internasional Komodo. Pesawat Wings Air rute Lombok-Labuan Bajo berputar selama 25 menit pada 1 November 2026 sebelum mendarat setelah jarak pandang membaik.

Informasi cuaca dalam dokumen BMKG digunakan untuk membantu perencanaan penerbangan dari satu bandara ke bandara lain, termasuk penilaian terhadap bandara alternatif.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.