BPBD Jakarta Uji Peringatan Dini dan Siapkan 403 Lokasi Evakuasi
BPBD DKI Jakarta menguji sistem peringatan dini banjir dan memetakan sekitar 200 RW rawan. Sebanyak 403 lokasi pengungsian disiapkan untuk menghadapi potensi banjir 2027.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Jakarta — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menguji sistem peringatan dini untuk menghadapi potensi banjir pada musim hujan 2026/2027, Sabtu, 7 November 2026.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan seluruh peralatan diperiksa dan diuji ulang agar berfungsi ketika banjir terjadi pada 2027. Sistem tersebut mencakup Disaster Early Warning System (DEWS), pesan singkat massal atau SMS blast, serta siaran televisi digital.
BPBD DKI Jakarta juga memetakan personel di sekitar 200 rukun warga (RW) yang rawan banjir dan menyiapkan 403 lokasi pengungsian. Lokasi rawan antara lain berada di Rawa Buaya dan Tegal Alur di Jakarta Barat serta Cawang, Kampung Melayu, dan Cililitan di Jakarta Timur.
Kesiapan Jakarta menghadapi potensi banjir
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan diolah untuk disampaikan kepada masyarakat melalui saluran peringatan yang tersedia. Pada status siaga 1 dan siaga 2, BPBD menggunakan DEWS, SMS blast, dan televisi digital. Pada status siaga 3, peringatan terutama disampaikan melalui DEWS.
Selain teknologi peringatan, BPBD menempatkan personel serta peralatan dan logistik di sekitar titik rawan. Kesiapan itu mencakup koordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Sosial, organisasi kebencanaan, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Persiapan tersebut ditujukan untuk memastikan peringatan dapat diteruskan dan lokasi pengungsian tersedia apabila banjir terjadi pada 2027. Pengujian sistem, pemetaan personel, serta penyiapan lokasi pengungsian menjadi bagian dari langkah BPBD DKI Jakarta menghadapi potensi banjir pada musim hujan 2026/2027. Melalui langkah tersebut, perangkat peringatan dan dukungan di titik rawan disiapkan untuk digunakan sesuai status siaga yang berlaku.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
Pemprov Bali Minta Wisata di Lokasi Rawan Bencana Dihentikan Sementara
Pemprov Bali meminta pelaku pariwisata memetakan kembali lokasi kegiatan wisata selama musim hujan dan menghentikan sementara aktivitas di kawasan den…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





