Kabar18.com

Kamis, 5 November 2026

Endang Kembangkan Batik Ramah Lingkungan di Lamongan

Endang Dzunuraini mengembangkan batik ramah lingkungan di Sanggar Batik Mbah Guru, Desa Jugo, Lamongan, dengan pewarna alami dari tanaman dan limbah pertanian.

Oleh

· 2 menit baca

Lamongan — Endang Dzunuraini mengembangkan batik ramah lingkungan di Sanggar Batik Mbah Guru, Desa Jugo, Lamongan, Jawa Timur, pada 5 November 2026 dengan memanfaatkan pewarna alami dari tanaman dan limbah pertanian.

Inovasi tersebut menjadi perkembangan baru dari kegiatan Sanggar Mbah Guru yang didirikan Endang untuk menghidupkan kembali tradisi Batik Lamongan yang nyaris punah. Sanggar ini juga menjadi ruang pemberdayaan perempuan desa melalui pelatihan membatik, beasiswa membatik, dan penciptaan lapangan kerja.

Penggunaan bahan alami mencakup pewarna dari tanaman yang dapat dibudidayakan kembali. Limbah pertanian juga diolah menjadi bahan pewarna, sehingga kegiatan membatik terhubung dengan potensi pertanian lokal dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Pewarna alami memperluas manfaat Sanggar Mbah Guru

Sanggar Mbah Guru berada di Desa Jugo, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan menyebut sanggar tersebut konsisten melestarikan batik sekaligus membuka ruang pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan.

Pengembangan pewarna alami memperkuat posisi sanggar sebagai tempat pelestarian budaya yang memperhatikan lingkungan. Bahan pewarna yang ditanam sendiri dapat mendorong budidaya tanaman untuk kebutuhan produksi batik, sedangkan pemanfaatan limbah pertanian memberi nilai tambah pada bahan yang sebelumnya dibuang.

Upaya tersebut melanjutkan kiprah Endang dalam membangun kegiatan membatik dari desa. Sanggar Mbah Guru sebelumnya diberitakan masuk tiga besar finalis DPD RI Awards 2026 kategori Pelestari Budaya Daerah. Informasi itu menjadi konteks bagi perkembangan inovasi lingkungan yang diberitakan pada 5 November 2026.

Selain produksi batik, sanggar menjalankan pelatihan dan kegiatan pendidikan membatik. Program tersebut mempertemukan pelestarian budaya dengan peningkatan keterampilan serta peluang ekonomi bagi perempuan di pedesaan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Inspirasi

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.