Kabar18.com

Kamis, 5 November 2026

Tri Sugiarti Olah Sampah Menjadi Produk Bernilai dan Biayai Pendidikan Anak

Tri Sugiarti mengolah kertas, koran bekas, minyak jelantah, dan plastik menjadi lebih dari 60 jenis produk. Dari satu produk, omzetnya sedikitnya Rp5 juta per bulan, sementara warga ikut memperoleh penghasilan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Bunga tulip warna-warni yang terbuat dari kertas krep tersusun dalam keranjang anyaman.
Ilustrasi: Bunga tulip warna-warni yang terbuat dari kertas krep tersusun dalam keranjang anyaman. · Foto: Nguyen Huy / Pexels

Jakarta — Tri Sugiarti mengolah sampah menjadi produk kerajinan dan kebutuhan rumah tangga di Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Dalam perkembangan pada 4 November 2026, ia menyebut omzet dari satu produk sedikitnya mencapai Rp5 juta per bulan.

Mengapa ini penting: Pengelolaan sampah Tri Sugiarti menghasilkan produk bernilai dan membuka penghasilan bagi warga di Ulujami, sementara hasil usahanya membantu membiayai pendidikan anak.

Tri mengolah kertas dan koran bekas menjadi lebih dari 60 jenis kerajinan, antara lain kotak tisu, tempat buah, dan piring. Minyak jelantah serta plastik diolah menjadi sabun, lilin, tikar, dan tas.

Menurut Tri, satu kilogram koran atau kertas bekas yang bernilai sekitar Rp2 ribu dapat diolah menjadi lima kotak tisu. Setiap kotak tisu itu dapat dijual hingga Rp50 ribu.

Memberdayakan warga

Kegiatan tersebut dijalankan melalui Bank Sampah Tri Alam Lestari. Warga membuat sejumlah produk di rumah, kemudian menyetorkannya kepada Tri untuk dijual dan memperoleh penghasilan.

Tri mengatakan pengelolaan sampah itu turut membantu membiayai pendidikan anaknya hingga perguruan tinggi. Bank sampah tersebut juga menjadi tempat warga menyetorkan sampah terpilah dan memperoleh nilai ekonomi dari hasil setoran.

Media Indonesia melaporkan Tri mendirikan Bank Sampah Unit Tri Alam Lestari pada 2014 di Ulujami. Sampah warga ditimbang dan dicatat sebagai tabungan berdasarkan jenis serta harganya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup juga mencatat Tri membagikan pengalaman mengaktifkan kembali bank sampah, menghadapi tantangan di lapangan, dan mengembangkan potensi ekonomi dari pengelolaan sampah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Inspirasi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.