IHSG Turun 5,05 Persen ke Level 4.923 di Jakarta
IHSG turun 5,05 persen ke level 4.923 pada penutupan sesi I Senin, 19 Oktober 2026. Sebanyak 744 saham melemah dan nilai transaksi mencapai Rp10,03 triliun.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 5,05 persen ke level 4.923 pada penutupan sesi I perdagangan Senin, 19 Oktober 2026, di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penurunan tersebut setara 261,84 poin, menurut data perdagangan yang dikutip laporan.
Sebanyak 744 saham melemah, sedangkan 42 saham menguat dan 13 saham tidak berubah. Nilai transaksi sepanjang sesi I mencapai Rp10,03 triliun dengan volume perdagangan 168,90 miliar saham dan frekuensi 872.556 kali transaksi.
IHSG dibuka pada level 4.961 dan bergerak dalam rentang 4.907 hingga 4.974 sebelum tetap berada di zona merah hingga jeda perdagangan siang. Kapitalisasi pasar tercatat Rp8.737,67 triliun.
Tekanan jual menekan pasar saham domestik
Pergerakan IHSG di bawah level 5.000 menunjukkan tekanan jual yang luas pada perdagangan awal pekan. Jumlah saham yang turun jauh lebih banyak dibandingkan saham yang naik, sehingga pelemahan tidak hanya terjadi pada beberapa emiten.
Kondisi ini menjadi indikator penting bagi investor dan pelaku usaha karena perubahan indeks mencerminkan sentimen pasar terhadap saham-saham yang diperdagangkan di BEI. Nilai transaksi Rp10,03 triliun juga menggambarkan aktivitas perdagangan yang berlangsung selama sesi I.
Laporan lain pada hari yang sama mencatat IHSG sudah menembus batas psikologis 5.000 sejak pembukaan, ketika indeks berada di level 4.961. Pada penutupan sesi I, indeks kembali berada di level 4.923 setelah bergerak dalam rentang 4.907 hingga 4.974.
Data perdagangan juga menunjukkan 42 saham menguat dan 13 saham stagnan. Tidak ada keterangan dalam laporan yang menyebutkan agenda atau langkah lanjutan tertentu setelah penutupan sesi I.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Hiburan
Anakia Production Siapkan Serial Vertikal Usia Hanyalah Angka
Anakia Production menyiapkan Usia Hanyalah Angka sebagai serial vertikal rasio 9:16 di Jakarta. Produksi direncanakan mencapai 48 episode dengan duras…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga



