Kabar18.com

Senin, 19 Oktober 2026

BMKG Catat 1.297 Titik Panas di Tengah Kemarau Indonesia

BMKG mencatat 1.297 titik panas pada 14 Oktober 2026 saat El Nino sangat kuat dan IOD positif membuat Indonesia lebih kering. Musim hujan 2026/2027 diprediksi mundur.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah kering dan retak-retak dari sudut pandang atas.
Ilustrasi: Permukaan tanah kering dan retak-retak dari sudut pandang atas. · Foto: Emma Jane Seymour / Pexels

Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut El Nino sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif membuat sebagian besar wilayah Indonesia lebih kering serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan pada Oktober 2026.

Pemantauan BMKG pada 14 Oktober 2026 mengidentifikasi 1.297 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia. Sebaran terbanyak berada di Sumatera sebanyak 505 titik, Kalimantan 346 titik, serta Papua dan Maluku 330 titik. Sulawesi tercatat 66 titik, Nusa Tenggara 38 titik, dan Jawa 12 titik.

Analisis BMKG menunjukkan indeks IOD dasarian sebesar +0.703, sedangkan anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 mencapai +3.33. Indeks ENSO tiga bulanan untuk Agustus-September-Oktober tercatat +3.08 dan menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat.

Kondisi kering meningkatkan risiko karhutla di Indonesia

Kombinasi El Nino dan IOD positif cenderung mengurangi pembentukan awan hujan. Sekitar 76 persen Zona Musim masih mengalami kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi, sementara sekitar 8 persen telah memasuki musim hujan.

BMKG memperkirakan awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia datang lebih lambat atau mundur dari rata-rata klimatologis. Sebanyak 529 Zona Musim, atau 61,08 persen luas daratan Indonesia, diprediksi mengalami awal musim hujan yang lebih lambat. Sebagian besar wilayah diperkirakan memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026.

BMKG juga memperkirakan musim hujan 2026/2027 lebih pendek dari normal di 482 Zona Musim yang mencakup 51,90 persen luas daratan Indonesia. Puncak musim hujan diprediksi berlangsung pada Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027.

Hujan sedang hingga lebat tetap berpeluang turun secara lokal akibat dinamika atmosfer, meski kondisi kemarau masih dominan di banyak wilayah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.