BMKG Catat 1.297 Titik Panas di Tengah Kemarau Indonesia
BMKG mencatat 1.297 titik panas pada 14 Oktober 2026 saat El Nino sangat kuat dan IOD positif membuat Indonesia lebih kering. Musim hujan 2026/2027 diprediksi mundur.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut El Nino sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif membuat sebagian besar wilayah Indonesia lebih kering serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan pada Oktober 2026.
Pemantauan BMKG pada 14 Oktober 2026 mengidentifikasi 1.297 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia. Sebaran terbanyak berada di Sumatera sebanyak 505 titik, Kalimantan 346 titik, serta Papua dan Maluku 330 titik. Sulawesi tercatat 66 titik, Nusa Tenggara 38 titik, dan Jawa 12 titik.
Analisis BMKG menunjukkan indeks IOD dasarian sebesar +0.703, sedangkan anomali suhu muka laut di wilayah Nino3.4 mencapai +3.33. Indeks ENSO tiga bulanan untuk Agustus-September-Oktober tercatat +3.08 dan menunjukkan El Nino dengan intensitas sangat kuat.
Kondisi kering meningkatkan risiko karhutla di Indonesia
Kombinasi El Nino dan IOD positif cenderung mengurangi pembentukan awan hujan. Sekitar 76 persen Zona Musim masih mengalami kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi, sementara sekitar 8 persen telah memasuki musim hujan.
BMKG memperkirakan awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia datang lebih lambat atau mundur dari rata-rata klimatologis. Sebanyak 529 Zona Musim, atau 61,08 persen luas daratan Indonesia, diprediksi mengalami awal musim hujan yang lebih lambat. Sebagian besar wilayah diperkirakan memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026.
BMKG juga memperkirakan musim hujan 2026/2027 lebih pendek dari normal di 482 Zona Musim yang mencakup 51,90 persen luas daratan Indonesia. Puncak musim hujan diprediksi berlangsung pada Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027.
Hujan sedang hingga lebat tetap berpeluang turun secara lokal akibat dinamika atmosfer, meski kondisi kemarau masih dominan di banyak wilayah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Kemdiktisaintek Minta Kampus Terdampak Karhutla Siapkan Kuliah Daring
Kemdiktisaintek meminta kampus di wilayah terdampak karhutla menyesuaikan perkuliahan demi keselamatan sivitas akademika. Pembelajaran daring dapat di…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga


