Prabowo Bahas Penanganan Karhutla di Istana
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengundang menteri dan pejabat setingkat menteri ke Istana pada 19 Oktober 2026 pukul 14.30 WIB untuk membahas penanganan karhutla.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengundang sejumlah menteri dan pejabat setingkat menteri ke Istana pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 14.30 WIB, untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Agenda itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman setelah rapat koordinasi bersama sejumlah kementerian, lembaga, serta unsur terkait di kantor Kemenko Polkam, Jakarta. Rapat lanjutan bersama Presiden ditujukan untuk membahas kembali perkembangan dan langkah penanganan karhutla.
Sejumlah pejabat yang disebut mengikuti koordinasi awal antara lain Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Kepala Badan Cadangan Nasional Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema, dan Kepala Baharkam Polri Komjen Herry Heryawan.
Dudung mengatakan pembahasan koordinasi mencakup perkembangan titik panas, kondisi faktual di lapangan, langkah strategis dan teknis yang telah dilakukan, serta kendala penanganan. Pemerintah juga membahas langkah konkret seperti pembuatan sekat kanal, penyediaan water intake, sumur bor, dan embung.
Koordinasi nasional menentukan respons karhutla
Rapat di Istana menjadi bagian dari koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menangani karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. Informasi mengenai titik panas, kondisi lapangan, dan kendala teknis diperlukan agar keputusan pusat dapat terhubung dengan pelaksanaan penanganan di daerah.
Dudung menyebut Presiden memberi perhatian terhadap penanganan karhutla melalui pertemuan daring maupun langsung. Namun, laporan yang tersedia tidak memuat rincian instruksi khusus atau strategi baru yang diputuskan dalam rapat Istana.
Rapat koordinasi awal melibatkan kementerian dan lembaga serta unsur Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Intelijen Negara, Kantor Staf Presiden, dan instansi terkait. Pertemuan lanjutan yang dijadwalkan pukul 14.30 WIB menjadi agenda berikutnya yang disebut dalam laporan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
BMKG Sebut Asap Karhutla di Atas Jakarta Belum Tentu Terhirup
BMKG mendeteksi lapisan asap karhutla di atas Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat pada 19 Oktober 2026. Asap berada sekitar 2 sampai 3 kilometer dan b…
Terbaru di Politik

Berita utama hari ini

Baca juga




