Kabar18.com

Sabtu, 31 Oktober 2026

IKA UNJ Dorong Penguatan Kurikulum untuk Lindungi Anak dari Ancaman Digital

PP IKA UNJ mendorong kurikulum pendidikan membekali siswa dengan kemampuan mencegah perundungan siber, kecanduan gawai, konten berbahaya, dan penyalahgunaan kecerdasan buatan.

Oleh

· 2 menit baca

Rawamangun — Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta mendorong penguatan kurikulum pendidikan untuk melindungi anak dari perundungan siber, kecanduan gawai, paparan konten berbahaya, dan penyalahgunaan kecerdasan buatan pada 30 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Usulan ini dapat menjadi acuan pembahasan pendidikan digital, tetapi sumber yang ditemukan belum menunjukkan perubahan kurikulum yang langsung berlaku bagi sekolah.

Gagasan itu disampaikan dalam Forum Diskusi Pedagogik Seri ke-3 yang digelar di Kampus Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur. Menurut Pantau, forum tersebut mengangkat tema kurikulum formal dalam merespons bahaya dunia digital secara preventif dan peran pendidik sebagai kompas moral.

PP IKA UNJ menilai sekolah perlu membekali peserta didik dengan kemampuan mengenali serta mencegah risiko digital sejak dini, bukan hanya menangani persoalan setelah terjadi. Pendekatan itu mencakup penguatan literasi digital, kesadaran etis, kemampuan melindungi diri, dan pendampingan pendidik.

Forum tersebut juga menekankan peran guru sebagai teladan dan pembimbing moral siswa. Peserta didik dinilai perlu memiliki kemampuan mempertimbangkan dampak aktivitas mereka di internet serta memahami risiko penggunaan teknologi.

Pantau melaporkan, pembahasan itu merupakan bagian dari rangkaian Forum Diskusi Pedagogik IKA UNJ. ReportaseNews sebelumnya melaporkan bahwa forum seri pertama IKA UNJ membahas ancaman digital terhadap karakter, keamanan, privasi, kesehatan mental, dan integritas akademik peserta didik.

Penguatan karakter digital

Dalam rangkaian diskusi tersebut, IKA UNJ mendorong pergeseran perhatian pendidikan dari keterampilan menggunakan teknologi menuju pembentukan karakter digital. Empat pilar literasi digital yang disebut meliputi keterampilan digital, keamanan digital, etika digital, dan budaya digital.

Usulan itu belum merupakan keputusan pemerintah mengenai perubahan kurikulum nasional. Forum mendorong agar perlindungan anak dari risiko digital menjadi bagian dari pendekatan pendidikan yang bersifat preventif.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pendidikan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.