Ilham Habibie Ingatkan Risiko Ketergantungan AI Asing di Jakarta
Ilham Akbar Habibie menilai ketergantungan pada penyedia AI asing berisiko karena akses teknologi dapat berubah. Wantiknas mengusulkan koalisi negara non-AS dan non-China.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — Ilham Akbar Habibie mengingatkan risiko ketergantungan Indonesia pada teknologi kecerdasan buatan (AI) asing dalam forum diskusi di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Ilham, Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas), mengatakan akses terhadap teknologi yang tersedia secara global dapat berubah mengikuti kebijakan negara atau perusahaan penyedia. Ia mencontohkan kebijakan Amerika Serikat pada Juni 2026 yang disebut membatasi penggunaan teknologi AI tertentu berdasarkan kewarganegaraan pengguna.
Menurut Ilham, ketergantungan terlalu besar pada satu penyedia dapat menimbulkan risiko ketika akses dibatasi secara mendadak. Karena itu, Indonesia perlu memiliki pilihan teknologi lain dan memperkuat kapasitas pada sektor-sektor strategis.
Koalisi negara non-AS dan China memperluas pilihan teknologi
Wantiknas bersama Habibie Center mengusulkan pembentukan koalisi negara-negara di luar Amerika Serikat dan China untuk mengembangkan sistem AI alternatif. Gagasan ini merupakan bagian dari konsep The Middle Way atau jalan tengah.
Ilham menyebut kolaborasi tersebut dapat membantu negara peserta mengembangkan ekosistem AI dengan kualitas kompetitif sekaligus mengurangi ketergantungan strategis terhadap penyedia dari dua kekuatan besar. Ia juga menyebut Jepang, India, negara-negara Eropa seperti Swedia, dan Mesir sebagai negara yang berpotensi menjadi mitra.
Ia menekankan bahwa kedaulatan digital tidak berarti Indonesia harus memproduksi seluruh teknologi secara mandiri. Menurutnya, pendekatan yang lebih realistis ialah memiliki alternatif, menentukan sektor kritis, dan membangun hubungan saling bergantung secara seimbang agar negara tetap dapat menentukan pilihan teknologinya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Trump Pelajari Opsi Militer Iran, 10 Pesawat AS Tiba di Israel
Donald Trump menerima pemaparan opsi militer terhadap Iran pada 29 Oktober. Pada pekan yang sama, setidaknya 10 pesawat militer AS mendarat di pangkal…
Terbaru di Teknologi

Baca juga





