Jawa Tengah Masifkan Penanaman Mangrove di Demak
BOPPJ dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas rencana penanaman mangrove di Sayung, Demak, sebelum pembangunan giant sea wall. Warga akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Demak — Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memasifkan penanaman mangrove di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, sebelum proyek giant sea wall dimulai. Rencana baru ini diperbarui pada 10 Oktober 2026 dan akan melibatkan masyarakat setempat.
Penanaman mangrove disiapkan sebagai langkah awal perlindungan pesisir Pantura. Program ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem sekaligus menghadapi abrasi, banjir rob, kerusakan kawasan pesisir, dan ancaman perubahan iklim di Sayung.
Wakil Kepala BOPPJ Fadil Imran mengatakan kegiatan penanaman di Sayung akan dilakukan dalam waktu dekat bersama masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyatakan langkah itu selaras dengan program Mageri Segoro yang telah dijalankan di sejumlah wilayah pesisir Jawa Tengah.
Mangrove menjadi tahap awal perlindungan pesisir Demak
Rencana tersebut berkaitan dengan pembangunan giant sea wall di Pantura Jawa Tengah. Peletakan batu pertama solusi berbasis alam dijadwalkan pada Oktober 2026, dengan lokasi awal di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Pendanaan penanaman mangrove dapat berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta tanggung jawab sosial perusahaan.
Penanaman di Sayung dirancang bukan hanya sebagai kegiatan penghijauan, melainkan model perlindungan pesisir yang menggabungkan pemulihan ekosistem dan pemberdayaan masyarakat. BOPPJ juga akan mempelajari praktik pengelolaan mangrove yang telah berkembang di Jawa Tengah.
Bagi pembaca di tingkat nasional, rencana ini menunjukkan bahwa perlindungan pesisir Demak disiapkan bersamaan dengan infrastruktur pantai. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan penanaman mangrove dalam waktu dekat dan persiapan peletakan batu pertama pada Oktober 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
BMKG Waspadai Gelombang 4 Meter di Sejumlah Perairan Indonesia
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga berawan di sejumlah wilayah Indonesia pada 5 Oktober 2026. Gelombang 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di p…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga





