Johor Malaysia Tutup Sekolah Lima Hari akibat Kabut Asap
Pemerintah Johor, Malaysia, memperpanjang penutupan sekolah selama lima hari mulai 19 Oktober 2026 akibat kabut asap. Pembelajaran tetap berlangsung dari rumah.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Johor — Pemerintah negara bagian Johor, Malaysia, memperpanjang penutupan sekolah dan institusi pendidikan selama lima hari mulai 19 Oktober 2026 karena kabut asap yang membahayakan kesehatan.
Penutupan berlaku di seluruh negara bagian Johor hingga 23 Oktober 2026. Pemerintah memperpanjang kebijakan tersebut setelah pemantauan menunjukkan kualitas udara belum membaik secara signifikan. Kondisi ini dikaitkan dengan kabut asap lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Selama sekolah ditutup, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dari rumah melalui Pengajaran dan Pembelajaran di Rumah (PdPR), sesuai dengan Manual PdPR Versi 2.0 Kementerian Pendidikan Malaysia. Siswa yang mengikuti ujian atau penilaian dapat memperoleh pengecualian terbatas.
Pengecualian itu harus dikoordinasikan oleh Departemen Pendidikan Johor dan dilaksanakan dengan mematuhi prosedur operasional standar kesehatan. Tidak ada kegiatan tambahan yang diizinkan selama masa penutupan.
Penutupan sekolah mencerminkan dampak kabut asap lintas batas
Kebijakan Johor relevan bagi pembaca Indonesia karena sumber kabut asap disebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Dampaknya meluas ke negara tetangga ketika arah angin membawa polusi dan kualitas udara memburuk.
Otoritas Johor sebelumnya menutup sekolah selama dua hari mulai 8 Oktober, lalu memperpanjangnya selama lima hari sejak 12 Oktober. Perpanjangan terbaru berlaku mulai 19 Oktober setelah indeks pencemar udara tetap mengkhawatirkan.
Pemerintah Johor menyatakan pembukaan kembali sekolah akan bergantung pada perkembangan kualitas udara, prakiraan cuaca, pergerakan angin, dan penilaian kesehatan terbaru. Institusi pendidikan swasta dan pusat penitipan anak dapat menentukan sendiri apakah tetap beroperasi atau ditutup.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pariwisata
51 Orangutan Dievakuasi dari Karhutla di Kalimantan Barat
Tim gabungan menyelamatkan 51 orangutan dari karhutla di Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sebanyak 30 individu ditemukan di area PT KALE.
Terbaru di Pendidikan
Berita utama hari ini

Baca juga





