Kabar18.com

Selasa, 20 Oktober 2026

Kabut Asap Sumatera Selatan Picu Siaga Tertinggi ASEAN

ASMC mengaktifkan Level 3 untuk ASEAN bagian selatan akibat risiko kabut asap lintas batas. BNPB menyebarkan 2,4 ton es kering di Sumatera Selatan pada 15–16 Oktober 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan pepohonan rindang yang diselimuti kabut tebal di waktu redup.
Ilustrasi: Pemandangan pepohonan rindang yang diselimuti kabut tebal di waktu redup. · Foto: Nabhdeep Rai / Pexels

Sumatera Selatan — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebarkan 2,4 ton es kering menggunakan pesawat pada 15–16 Oktober 2026 untuk membantu mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Operasi itu dilakukan setelah asap mengganggu jarak pandang dan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, serta berdampak pada kesehatan masyarakat.

Penyemaian es kering berlangsung dalam tiga sorti penerbangan. Pesawat BNPB berangkat dari Bandar Udara Raden Inten II, Lampung, dengan total waktu terbang 7 jam 3 menit. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan jarak pandang yang sempat terbatas kemudian membaik setelah rangkaian penyemaian.

Kabut asap berisiko meluas lintas batas

Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASEAN Specialised Meteorological Centre/ASMC) mengaktifkan status siaga Level 3 untuk kawasan ASEAN bagian selatan. Level 3 merupakan tingkat tertinggi dalam sistem peringatan kabut asap ASMC dan diberlakukan ketika terdapat risiko tinggi kabut asap lintas batas yang parah.

Peringatan ASMC muncul setelah kabut asap dengan intensitas sedang hingga pekat terpantau meluas selama sedikitnya dua hari berturut-turut. Dampaknya dilaporkan dirasakan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Timor Leste, termasuk gangguan pernapasan, pembatasan kegiatan luar ruangan, dan penutupan sejumlah sekolah.

BNPB menyatakan asap tidak hanya mengurangi jarak pandang dan mengganggu operasional penerbangan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Penyemaian es kering ditujukan untuk membantu mengurangi konsentrasi asap di dekat permukaan, bukan memadamkan api secara langsung.

BNPB masih mengevaluasi efektivitas teknologi tersebut untuk membandingkan pengaruhnya dengan faktor meteorologis lain. Sumber pemerintah daerah menyebut jarak pandang di sekitar lokasi penyemaian meningkat setelah operasi, tetapi penggunaan metode ini tetap memerlukan pengkajian lanjutan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.