51 Orangutan Dievakuasi dari Karhutla di Kalimantan Barat
Tim gabungan menyelamatkan 51 orangutan dari karhutla di Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Sebanyak 30 individu ditemukan di area PT KALE.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Ketapang — Tim gabungan mengevakuasi 51 orangutan dari sejumlah lokasi terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat, pada 6 Agustus hingga 10 Oktober 2026.
Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyebut 30 individu ditemukan di dalam atau sekitar perkebunan kelapa sawit PT KALE. Penyelamatan dilakukan ketika kebakaran merusak habitat dan mempersempit ruang hidup satwa.
Dalam operasi terbaru, tim menyelamatkan empat orangutan. Mereka ialah dua individu remaja betina bernama Lusi dan Riri serta induk dan anak bernama Mama Rian dan Rian. Riri, Mama Rian, dan Rian dievakuasi pada 10 Oktober 2026, sedangkan Lusi diselamatkan pada 16 Oktober 2026 dari kawasan High Conservation Value perkebunan PT KALE di Desa Laman Satong.
YIARI mencatat 27 orangutan yang dievakuasi dari area PT KALE dan sekitarnya mendapat perawatan lanjutan di pusat rehabilitasi karena kondisi kesehatan yang kurang baik.
Evakuasi menunjukkan dampak karhutla terhadap satwa dan kawasan regional
Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam orangutan di Kalimantan Barat. Kabut asap juga menurunkan kualitas udara di kawasan Asia Tenggara. IQAir menempatkan Singapura dan Kuala Lumpur dalam lima besar kota metropolitan dengan polusi udara tertinggi di dunia. Asap berasal dari kebakaran di Kalimantan dan Sumatra.
Bagi pembaca di Indonesia, kondisi ini menghubungkan persoalan konservasi dengan dampak lintas batas terhadap kesehatan, aktivitas luar ruang, dan perjalanan regional. Kementerian Kehutanan memperkirakan 96 orangutan telah diselamatkan dari kebakaran di Kalimantan dalam beberapa bulan terakhir, tetapi angka tersebut belum dikonfirmasi pejabat terkait.
Penyelamatan orangutan masih berlanjut seiring meluasnya kerusakan habitat akibat kebakaran. Satwa yang dievakuasi dibawa untuk pemeriksaan dan perawatan di pusat rehabilitasi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Pendidikan
Johor Malaysia Tutup Sekolah Lima Hari akibat Kabut Asap
Pemerintah Johor, Malaysia, memperpanjang penutupan sekolah selama lima hari mulai 19 Oktober 2026 akibat kabut asap. Pembelajaran tetap berlangsung d…
Terbaru di Pariwisata

Baca juga




