BMKG Peringatkan Kekeringan Awas di 22 Wilayah Indonesia
BMKG memperingatkan potensi kekeringan meteorologis berstatus awas di 22 wilayah pada 13–20 Oktober 2026. Sekitar 76 persen wilayah Indonesia masih mengalami kemarau.
Oleh Arsyid Muhamad
· 1 menit baca
Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi kekeringan meteorologis berstatus awas di 22 wilayah Indonesia untuk periode 13–20 Oktober 2026.
BMKG menyebut sekitar 76 persen wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau. Peringatan tersebut mencakup Bali, Banten, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan.
Status awas merupakan kategori tertinggi dalam peringatan dini kekeringan meteorologis. Pemetaan berlaku pada wilayah tertentu sehingga tidak berarti seluruh kabupaten dan kota dalam setiap provinsi mengalami tingkat kekeringan yang sama.
Kekeringan berpotensi berlanjut di banyak wilayah
Informasi ini relevan bagi pembaca di daerah yang menghadapi keterbatasan hujan dan risiko meningkatnya kebutuhan air. BMKG menyatakan kondisi kering terutama terkonsentrasi di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi, dengan potensi kekeringan meteorologis juga di Sumatera bagian selatan, sebagian Kalimantan, Maluku, dan Papua Selatan.
Selain 22 wilayah berstatus awas, sejumlah daerah juga tercantum dalam kategori siaga dan waspada pada pemetaan BMKG. Periode peringatan yang disebut dalam laporan berlangsung hingga 20 Oktober 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Padang Panjang Kembali Terapkan Pembelajaran Tatap Muka
Disdikbud Kota Padang Panjang mengembalikan pembelajaran tatap muka pada 19 Oktober 2026 setelah kualitas udara Sumatera Barat diprakirakan baik hingg…
Terbaru di Daerah
Berita utama hari ini

Baca juga




