Kapolri Ingatkan Mahasiswa UMSU Waspadai Kejahatan Siber di Medan
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengingatkan mahasiswa baru UMSU di Medan tentang risiko penipuan daring, pencurian data, phishing, hoaks, deepfake, dan kejahatan berbasis AI.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Medan — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menguasai teknologi digital dan kecerdasan buatan secara bijak dalam kuliah umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin, 28 September 2026.
Pesan itu disampaikan untuk mendorong mahasiswa menggunakan teknologi secara produktif sekaligus membentengi diri dari ancaman kejahatan di ruang siber. Kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan dinilai membuka peluang bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan berkarya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengingatkan sejumlah risiko yang mengikuti perkembangan teknologi. Ancaman itu meliputi penipuan daring, pencurian data, phishing, judi online, hoaks, disinformasi, deepfake, dan kejahatan berbasis kecerdasan buatan.
Mengapa kewaspadaan digital penting bagi mahasiswa
Mahasiswa termasuk kelompok yang aktif menggunakan teknologi digital sehingga perlu mampu menilai informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Pesan Kapolri menempatkan kecakapan teknologi dan integritas sebagai bekal menghadapi perubahan serta tantangan masa depan.
UMSU menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari PKKMB 2026. Kuliah umum berlangsung di Kampus Utama UMSU, Kota Medan, dan diikuti mahasiswa baru. Dalam laporannya, RM.id menyebut kegiatan itu juga dihadiri pimpinan UMSU, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara, serta unsur pimpinan Polri.
Kapolri juga mendorong mahasiswa mempersiapkan diri untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara menuju Indonesia Emas 2045. Ia menekankan penggunaan teknologi secara bijak dan produktif serta pentingnya keberanian berkarya.
Mahasiswa diingatkan agar tidak mudah percaya, membagikan, atau terpengaruh narasi yang belum jelas kebenarannya. Kewaspadaan terhadap pola penipuan dan manipulasi digital menjadi bagian dari kemampuan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
Program Pemberdayaan Sasar 40.000 Perempuan Pelaku UMKM di Tiga Kota
Program pemberdayaan perempuan pelaku UMKM di Medan, Semarang, dan Surabaya menargetkan 40.000 peserta hingga September 2027. Lebih dari 20.000 peremp…
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga




