Karhutla Kalteng Picu 91 Ribu Kasus ISPA dan 22 Ribu Diare
Kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga lebih dari 91 ribu dan diare lebih dari 22 ribu kasus per 18 September 2026, berdasarkan laporan harian SIRINE…
Oleh Asyinta Sastra
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 3 menit baca
Kalimantan Tengah — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah memicu lonjakan kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare di seluruh provinsi, berdasarkan laporan harian Sistem Informasi Penanggulangan Risiko Kesehatan (SIRINE) Pos Komando Darurat Bencana Karhutla per 18 September 2026.
Menurut laporan yang dikutip media lokal, total kumulatif kasus ISPA di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 91.342 kasus hingga 18 September 2026, sedangkan kasus diare tercatat sekitar 22.533 kasus pada periode yang sama.
Data tersebut dihimpun dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan, dan menunjukkan tren peningkatan selama puncak musim kemarau.
Lonjakan kasus ISPA dan diare menambah beban fasilitas kesehatan di tingkat puskesmas, klinik, dan rumah sakit rujukan di Kalimantan Tengah.
Pelayanan kesehatan primer dan rujukan harus menangani peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan batuk, sesak napas, iritasi tenggorokan, serta diare, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan penyakit penyerta.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan di tujuh provinsi, termasuk Kalimantan Tengah, telah memicu lonjakan kasus ISPA di berbagai wilayah.
Dalam siaran resminya pada Agustus 2026, Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa kabut asap akibat karhutla menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Di Kalimantan Tengah, kementerian mencatat kenaikan signifikan kasus ISPA pada Juli hingga pertengahan Agustus, sejalan dengan memburuknya kualitas udara dan meningkatnya paparan kabut asap di beberapa kabupaten dan kota.
Kementerian Kesehatan merespons situasi ini dengan mengerahkan tenaga kesehatan tambahan dan distribusi logistik kesehatan ke provinsi terdampak, termasuk masker, obat-obatan, dan peralatan penunjang layanan di fasilitas kesehatan.
Otoritas kesehatan pusat juga mengimbau pemerintah daerah di Kalimantan Tengah untuk memperkuat pemantauan kualitas udara dan memperluas layanan kesehatan bergerak di wilayah yang sulit dijangkau.
Di tingkat provinsi, Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah sebelumnya melaporkan bahwa kasus ISPA telah meningkat sejak awal musim kemarau.
Hingga akhir Agustus 2026, dinas kesehatan mencatat puluhan ribu kasus ISPA yang dikaitkan dengan dampak kebakaran hutan dan lahan dan kabut asap, dengan penambahan ribuan kasus dalam beberapa pekan.
Pejabat dinas kesehatan daerah menyebut kabut asap sebagai salah satu pemicu utama gangguan pernapasan dan menekankan perlunya kewaspadaan terhadap penyakit lain seperti diare.
Selain memperkuat layanan di fasilitas kesehatan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan imbauan agar warga di daerah terdampak membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.
Masyarakat diminta menggunakan masker, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, memperbanyak konsumsi air bersih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala gangguan pernapasan atau diare.
Tenaga kesehatan di Kalimantan Tengah juga mengingatkan bahwa anak-anak dan lansia lebih rentan mengalami komplikasi akibat paparan kabut asap berkepanjangan.
Di tengah tren kasus yang meningkat, pemerintah daerah dan pusat masih memantau kondisi karhutla dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, sembari menyiapkan langkah penanganan lanjutan apabila kebakaran dan kabut asap berlanjut.
Sumber
- detikcom - Karhutla Kalteng Picu Krisis Kesehatan, 91 Ribu ISPA dan 22 Ribu Diare
- Kementerian Kesehatan RI - Antisipasi Dampak Karhutla, Kemenkes Kerahkan Nakes dan Logistik ke 7 Provinsi
- Kompas TV - Kasus ISPA Meningkat di Kalimantan dan Sumatera Imbas Kabut Asap akibat Karhutla
- Tabengan.co.id - ISPA Meningkat, 72.431 Kasus di Kalteng
Berita berikutnya

Cuci Tangan 20 Detik: Bagian yang Perlu Dibersihkan Selain Telapak
Panduan CDC dan NHS sama-sama menekankan cuci tangan sekitar 20 detik. Sela jari, punggung tangan, ibu jari, serta proses pengeringan juga perlu diper…
Baca juga


