Kemenhub Siapkan Penolakan Tiket Ferizy bagi Truk ODOL
Kementerian Perhubungan menyiapkan integrasi data alat penimbang kendaraan dengan sistem Ferizy agar pembelian tiket truk over dimension over loading ditolak sebelum kendaraan mencapai gerbang pelabuhan.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Bandung — Kementerian Perhubungan menyiapkan larangan pembelian tiket kapal penyeberangan melalui aplikasi Ferizy bagi truk yang melanggar ketentuan over dimension over loading (ODOL). Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Aan Suhanan menyampaikan rencana itu dalam Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan di Bandung pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Truk ODOL di sejumlah lintasan nantinya dapat ditolak membeli tiket Ferizy sebelum mencapai gerbang penimbangan pelabuhan.
Menurut Aan, kebijakan tersebut akan menggunakan integrasi data alat penimbang kendaraan Weigh-in-Motion (WIM) dengan sistem Ferizy. Data kendaraan yang terdeteksi ODOL akan dikirim ke sistem pembelian tiket sehingga transaksi dapat ditolak sebelum kendaraan mencapai gerbang penimbangan di pelabuhan.
Investortrust.id melaporkan integrasi sistem itu telah dilakukan Kementerian Perhubungan bersama PT ASDP Indonesia Ferry. Salah satu contoh penerapannya berada pada rute dari Jakarta menuju Merak, yang telah memiliki beberapa titik WIM.
Kementerian Perhubungan berencana menerapkan skema tersebut di sejumlah lintasan penyeberangan lain. Aan mengatakan sistem itu diharapkan segera direalisasikan, tetapi sumber yang diperiksa tidak mencantumkan tanggal mulai penerapan.
Rencana ini merupakan langkah pencegahan agar truk dengan dimensi atau muatan melebihi ketentuan ditolak sebelum masuk ke area pelabuhan. Kebijakan tersebut berbeda dari penindakan setelah kendaraan tiba di gerbang penimbangan karena penyaringan dilakukan sejak proses pembelian tiket.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Pemerintahan

Pemerintah Tawarkan 76 Proyek KPBU dalam PPP Book 2026
Pemerintah menawarkan 76 proyek KPBU dalam PPP Book 2026. Nilainya US$63,45 miliar atau setara Rp1,13 triliun dan mencakup lebih dari 10 sektor.
Berita utama hari ini

Baca juga



