Kabar18.com

Jumat, 6 November 2026

Kemenkes Prioritaskan Pemerataan Nakes di Indonesia Timur

Kementerian Kesehatan memprioritaskan wilayah Indonesia timur dan daerah tanpa tenaga kesehatan. Data 4 November 2026 mencatat 180.327 dokter teregistrasi dengan rasio 0,62 per 1.000 penduduk.

Oleh

· 2 menit baca

Badung — Kementerian Kesehatan memprioritaskan penempatan tenaga medis dan tenaga kesehatan di wilayah yang belum memiliki nakes atau masih mengalami kekosongan pada 4 November 2026, dengan Indonesia timur menjadi sasaran utama.

Direktur Penyediaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes Ika Trisia mengatakan pemerintah memetakan kebutuhan berdasarkan ketersediaan tenaga kesehatan dan analisis beban kerja di setiap daerah. Daerah yang sama sekali belum memiliki tenaga kesehatan didahulukan dalam pemenuhan.

Pada konferensi pers The 14th Asia Pacific Action Alliance on Human Resources for Health Conference di Badung, Ika menyebut Indonesia memiliki 180.327 dokter teregistrasi. Rasio dokter tercatat 0,62 dokter per 1.000 penduduk.

Data Kemenkes menunjukkan 6.520 dari 10.337 puskesmas, atau sekitar 63 persen, telah memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar. Kementerian juga mencatat 80,8 persen RSUD, yakni 681 dari 843 rumah sakit, telah memiliki tujuh jenis dokter spesialis dasar.

Pemerataan nakes menentukan akses layanan kesehatan

Kebijakan tersebut penting bagi pembaca karena ketersediaan tenaga kesehatan belum merata antara wilayah yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri dan daerah terpencil, perbatasan, kepulauan, serta wilayah timur Indonesia. Jawa dan Bali tidak menjadi prioritas utama karena masih memiliki sumber daya untuk memenuhi kebutuhan, meski kekurangan dapat muncul jika diukur melalui analisis beban kerja.

Untuk mengisi kekosongan, Kemenkes menjalankan program penugasan khusus dengan merekrut tenaga kesehatan untuk ditempatkan di daerah prioritas. Pemerintah juga memberikan beasiswa kepada putra-putri daerah dan mendorong pemilihan jurusan sesuai kebutuhan tenaga kesehatan di daerah asal.

Langkah itu diarahkan untuk menempatkan tenaga kesehatan di lokasi yang membutuhkan, bukan hanya menambah jumlah tenaga secara nasional. Pemerintah memanfaatkan pemetaan kebutuhan dan analisis beban kerja sebagai dasar penentuan penempatan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.