Kemenkes Ingatkan Anak Muda Rutin Periksa Faktor Risiko Diabetes
Kementerian Kesehatan meminta masyarakat muda tidak mengandalkan kebugaran fisik sebagai tanda bebas penyakit dan tetap memeriksa tekanan darah, gula darah, serta profil lipid secara berkala.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Indonesia — Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat muda tetap memeriksa tekanan darah, gula darah, dan profil lipid meski aktif berolahraga pada 3 November 2026.
Mengapa ini penting: Masyarakat muda tetap perlu memeriksa faktor risiko karena 73,2 persen kasus diabetes di Indonesia diperkirakan belum terdeteksi.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan kebugaran fisik tidak selalu menunjukkan kondisi kesehatan secara menyeluruh. Ia menyampaikan hal itu dalam diskusi media bersama Kalbe pada Selasa, 3 November 2026.
Menurut Nadia, anak muda yang mengikuti lari, jalan santai, atau kegiatan olahraga lain belum tentu rutin memeriksa faktor risiko penyakit tidak menular. Pemeriksaan tersebut, kata dia, perlu menjadi perhatian termasuk bagi masyarakat berusia 25 hingga 30 tahun.
Data International Diabetes Federation dalam Diabetes Atlas 2025 yang dikutip CNN Indonesia memperkirakan 20,4 juta orang dewasa di Indonesia hidup dengan diabetes pada 2024. Sebanyak 73,2 persen kasus diperkirakan belum terdeteksi.
Nadia mengatakan deteksi dini merupakan bagian penting dalam pengendalian diabetes. Pemerintah juga mendorong masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis untuk mengenali faktor risiko lebih awal.
“Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu masyarakat mengenali faktor risiko lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun intervensi dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar Nadia, menurut CNN Indonesia.
Diabetes dapat berkembang secara bertahap tanpa keluhan yang segera disadari. Karena itu, pemeriksaan tidak perlu menunggu seseorang memasuki usia lanjut atau mengalami gejala.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kesehatan
Layanan BPJS untuk Klinik Kopdes Merah Putih Masih Menunggu Persyaratan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut klinik dan apotek Kopdes Merah Putih masih diuji model bisnisnya. Layanan BPJS memerlukan pengesahan da…
Terbaru di Kesehatan
Berita utama hari ini

Baca juga





