Wali Kota Semarang Ajak Warga Teladani Pejuang Pertempuran Lima Hari
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengajak warga merawat keberanian dan pengabdian pejuang Pertempuran Lima Hari. Peringatan diisi pameran sejarah dan bazar UMKM.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Semarang — Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengajak warga meneladani keberanian dan pengabdian pejuang Pertempuran Lima Hari dalam peringatan ke-81 di kawasan Tugu Muda, Rabu (14/10/2026) malam.
Peringatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk mengenang perjuangan pemuda, pejuang, dan masyarakat Semarang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pertempuran Lima Hari berlangsung pada 14-18 Oktober 1945 dan disebut sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan di Semarang.
Acara di kawasan Tugu Muda diisi upacara bendera, pembacaan cukilan sejarah oleh Drs. Stephanus Sukirno, MS, serta pertunjukan drama kolosal teatrikal sejarah oleh Untag dan Teater Pitoelas. Kegiatan itu juga melibatkan keluarga para pejuang dan jajaran pemerintah daerah.
Peringatan menghubungkan sejarah kota dengan kegiatan warga
Rangkaian peringatan tidak hanya berlangsung melalui seremoni. Pameran kesejarahan bertajuk Dari Semarang Kita Mulai digelar pada 14-20 Oktober 2026 di Lawang Sewu dan Rumah PoHan. Pameran tersebut menyajikan dokumentasi sejarah, kelas terbuka, serta diskusi literasi kesejarahan.
Bagi pembaca di tingkat nasional, kegiatan ini menunjukkan bagaimana sejarah lokal dirawat melalui pendidikan publik dan ruang partisipasi masyarakat. Bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, sehingga agenda peringatan juga menyediakan ruang bagi pelaku usaha lokal.
Agustina menyampaikan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini tumbuh dari keberanian, kehilangan, dan harapan yang diperjuangkan para pendahulu. Ajakan meneladani pejuang diarahkan pada perawatan nilai keberanian serta pengabdian dalam kehidupan masyarakat.
Pameran hingga 20 Oktober 2026 menjadi agenda lanjutan yang disebut dalam rangkaian peringatan. Kegiatan tersebut mencakup akses terhadap dokumentasi sejarah, kelas terbuka, dan diskusi untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai sejarah Kota Semarang.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
Program Pemberdayaan Sasar 40.000 Perempuan Pelaku UMKM di Tiga Kota
Program pemberdayaan perempuan pelaku UMKM di Medan, Semarang, dan Surabaya menargetkan 40.000 peserta hingga September 2027. Lebih dari 20.000 peremp…
Terbaru di Tokoh

Berita utama hari ini

Baca juga





