Mang Den Kembangkan Cuanki Mini di Bojong Koneng
Deden Mahfud Aliyudin alias Mang Den memanfaatkan keterampilan membuat miniatur dan konten digital untuk menjual cuanki mini di Bojong Koneng. Penjualan mencapai sekitar 100 mangkuk per hari.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Bojong Koneng — Deden Mahfud Aliyudin alias Mang Den mengembangkan cuanki mini menjadi usaha kuliner di Bojong Koneng, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada 14 Oktober 2026. Ia membuat miniatur gerobak dan perlengkapan berjualan dari kegemarannya membuat miniatur, lalu memanfaatkan konten digital untuk memperkenalkan produknya.
Cuanki mini itu disajikan lengkap dengan mangkuk dan sendok. Bahan cuanki dibeli dalam ukuran biasa, kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil agar sesuai dengan konsep miniatur. Meski berukuran mungil, hidangan tersebut tetap dapat disantap seperti cuanki pada umumnya.
Mang Den menjual cuanki mini dengan harga Rp1.000 hingga Rp2.000 per mangkuk. Penjualannya dapat mencapai sekitar 100 mangkuk per hari. Ketertarikan pembeli bermula dari komentar dan minat pengguna media sosial terhadap konten miniatur yang dibuatnya.
Cuanki mini membuka peluang ekonomi dari kreativitas digital
Ruang digital membantu Mang Den menampilkan keunikan produknya dan berinteraksi dengan calon konsumen. Rasa penasaran yang muncul dari konten tersebut kemudian mendorong pembeli datang untuk melihat sekaligus mencicipi cuanki mini secara langsung.
Kisah ini juga menunjukkan hubungan antara keterampilan membuat miniatur dan pengembangan usaha kecil. Mang Den tidak hanya memproduksi makanan dalam ukuran mungil, tetapi juga membuat gerobak serta perlengkapan pendukung yang digunakan untuk berjualan.
Usaha tersebut menjadi sumber penghasilan bagi keluarganya. Dengan memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan produk, Mang Den memperluas peluang usaha tanpa mengandalkan promosi konvensional semata.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Inspirasi

Yakobus Dopi Muda Raih Sarjana Sambil Bekerja di Maumere
Yakobus Dopi Muda meraih gelar Sarjana Manajemen dari Universitas Nusa Nipa Maumere setelah enam tahun bekerja sebagai petugas kebersihan di SMAK Frat…
Berita utama hari ini


