Dua WNI Luka Ringan akibat Serangan Houthi di Riyadh
Dua WNI mengalami luka ringan akibat serangan Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Kemlu RI juga memantau pilot Indonesia yang ditolak mendarat di Israel.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Riyadh — Dua warga negara Indonesia (WNI) mengalami luka ringan akibat serangan kelompok Houthi yang menghantam Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu (11/10). Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melaporkan kondisi tersebut pada Selasa (13/10).
Informasi itu menjadi bagian dari perkembangan perlindungan WNI di Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) sebelumnya memastikan tidak ada WNI yang meninggal dalam serangan tersebut dan masih memverifikasi kemungkinan korban luka. Setelah informasi terbaru diterima, dua WNI dinyatakan mengalami luka ringan.
Serangan Houthi juga berdampak pada operasional Bandara Internasional King Khalid. Laporan yang tersedia menyebut bandara sempat dihentikan sementara untuk pemeriksaan dan penilaian keselamatan. Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan memantau kondisi WNI.
Keselamatan WNI dan penerbangan menjadi perhatian
Peristiwa di Riyadh menunjukkan risiko keamanan yang dihadapi WNI di wilayah yang terdampak konflik dan serangan lintas negara. Bagi pembaca di Indonesia, informasi mengenai kondisi korban dan langkah pemantauan perwakilan RI menjadi rujukan bagi keluarga serta WNI yang berada atau bepergian ke Arab Saudi.
KBRI Riyadh mengimbau WNI meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi yang berpotensi menjadi titik rawan, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, dan mengikuti arahan otoritas setempat. WNI yang bepergian dari atau menuju Arab Saudi juga diminta memastikan kembali status penerbangan kepada maskapai masing-masing.
Dalam perkembangan lain pada laporan yang sama, Kemlu RI memantau pilot asal Indonesia yang menerbangkan Ethiopian Airlines setelah ditolak mendarat di Israel. Kemlu berkoordinasi dengan KBRI Addis Ababa dan pihak maskapai untuk memastikan hak pilot WNI sebagai pekerja tetap terpenuhi serta mencegah tindakan diskriminatif lanjutan. Ethiopian Airlines mengakui kejadian itu berkaitan dengan kurangnya koordinasi internal dan didorong melakukan evaluasi menyeluruh.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Politik
Indonesia dan Mesir Kecam Operasi Militer Israel di Palestina
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi mengecam operasi militer serta permukiman ilegal Israel di Palestina. Kedua negara m…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga




