BEI Keluarkan 81 Perusahaan HSC dari Penghitungan IHSG
BEI mengeluarkan 81 perusahaan dengan konsentrasi kepemilikan saham tinggi dari penghitungan IHSG mulai 2 November 2026. Saham HSC tetap tercatat dalam kapitalisasi pasar.
Oleh Mukmin John
· 1 menit baca
Jakarta — Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan 81 perusahaan dengan konsentrasi kepemilikan saham tinggi dikeluarkan dari penghitungan indeks mulai 2 November 2026.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan saham yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) tidak lagi menjadi bagian dari penghitungan IHSG.
BEI sebelumnya mengumumkan 81 perusahaan HSC keluar dari penghitungan IHSG. Perubahan itu berlaku mulai 2 November 2026. Sejumlah saham yang disebut dalam laporan terkait antara lain BREN, BYAN, dan DSSA.
Perubahan bobot menjaga kesinambungan IHSG
Bagi pembaca, kebijakan ini penting karena perubahan komposisi indeks dapat memengaruhi cara investor membaca pergerakan pasar saham Indonesia. BEI menyatakan pengeluaran saham HSC dari penghitungan indeks tidak mengurangi kapitalisasi pasar saham secara keseluruhan. Saham-saham tersebut tetap tercatat dalam perhitungan kapitalisasi pasar, meski tidak lagi digunakan untuk menentukan bobot IHSG.
CNBC Indonesia melaporkan saham HSC memiliki bobot sekitar 18 persen dari perhitungan indeks. IDXChannel juga menyebut 81 saham tersebut dikeluarkan karena konsentrasi kepemilikannya tinggi. Dengan penyesuaian bobot, saham yang masih menjadi konstituen IHSG menerima porsi perhitungan yang ditinggalkan saham HSC.
Perubahan evaluasi indeks BEI juga mencakup sejumlah indeks saham lain dan berlaku efektif pada 2 November 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
IHSG Berpeluang Rebound di Jakarta pada Jumat
IHSG diproyeksikan menguat pada Jumat setelah melemah 3,49 persen dan ditutup di level 5.098. Analis tetap memperingatkan risiko koreksi serta memanta…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga



