Kabar18.com

Jumat, 30 Oktober 2026

PAPDI Anjurkan Vaksin Influenza Sebelum Periode Peningkatan Kasus

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI Sukamto Koesnoe menganjurkan vaksin influenza sebelum periode peningkatan kasus September-Januari, terutama bagi lansia dan kelompok berisiko.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Suntikan kecil dan botol obat kaca mini di atas latar belakang kuning polos.
Ilustrasi: Suntikan kecil dan botol obat kaca mini di atas latar belakang kuning polos. · Foto: Thirdman / Pexels

Indonesia — Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Sukamto Koesnoe, menganjurkan vaksinasi influenza menjelang periode peningkatan kasus yang diperkirakan berlangsung pada September hingga Januari. Anjuran itu disampaikan pada 29 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Pembaca, terutama kelompok berisiko, mendapat informasi bahwa vaksin influenza dapat diberikan sepanjang tahun dan perlindungan terbentuk sekitar dua minggu setelah penyuntikan.

Sukamto mengatakan vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan saat peralihan musim kemarau ke musim hujan. Menurut dia, vaksin influenza dapat diberikan sepanjang tahun, tetapi vaksinasi sebaiknya dilakukan sebelum periode peningkatan kasus karena kekebalan tubuh terbentuk sekitar dua minggu setelah penyuntikan.

Ia juga menyebut adanya kenaikan kasus influenza A, terutama tipe H1N1, pada tahun ini. Vaksin influenza perlu diulang setiap tahun karena virus terus berubah.

Kelompok yang diprioritaskan

Sukamto memprioritaskan vaksinasi bagi lansia berusia lebih dari 60 tahun, orang dengan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, paru-paru, ginjal, dan autoimun, serta ibu hamil.

Tenaga kesehatan dan orang yang sering bepergian atau bekerja di ruang publik dan tempat ramai juga termasuk kelompok yang dianjurkan menerima vaksinasi influenza.

Selain influenza, Sukamto menyebut vaksin pneumokokus, vaksin Covid-19 bagi kelompok rentan, vaksin dengue untuk usia hingga 45 tahun, serta vaksin tifoid dan hepatitis A bagi warga di kawasan rawan banjir sebagai vaksinasi yang dapat dipertimbangkan untuk menghadapi risiko penyakit pada musim hujan.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan vaksinasi, tetapi juga menerapkan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko penularan penyakit.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.