PAPDI Anjurkan Vaksin Influenza Sebelum Periode Peningkatan Kasus
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI Sukamto Koesnoe menganjurkan vaksin influenza sebelum periode peningkatan kasus September-Januari, terutama bagi lansia dan kelompok berisiko.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Indonesia — Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, Sukamto Koesnoe, menganjurkan vaksinasi influenza menjelang periode peningkatan kasus yang diperkirakan berlangsung pada September hingga Januari. Anjuran itu disampaikan pada 29 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Pembaca, terutama kelompok berisiko, mendapat informasi bahwa vaksin influenza dapat diberikan sepanjang tahun dan perlindungan terbentuk sekitar dua minggu setelah penyuntikan.
Sukamto mengatakan vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan saat peralihan musim kemarau ke musim hujan. Menurut dia, vaksin influenza dapat diberikan sepanjang tahun, tetapi vaksinasi sebaiknya dilakukan sebelum periode peningkatan kasus karena kekebalan tubuh terbentuk sekitar dua minggu setelah penyuntikan.
Ia juga menyebut adanya kenaikan kasus influenza A, terutama tipe H1N1, pada tahun ini. Vaksin influenza perlu diulang setiap tahun karena virus terus berubah.
Kelompok yang diprioritaskan
Sukamto memprioritaskan vaksinasi bagi lansia berusia lebih dari 60 tahun, orang dengan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, paru-paru, ginjal, dan autoimun, serta ibu hamil.
Tenaga kesehatan dan orang yang sering bepergian atau bekerja di ruang publik dan tempat ramai juga termasuk kelompok yang dianjurkan menerima vaksinasi influenza.
Selain influenza, Sukamto menyebut vaksin pneumokokus, vaksin Covid-19 bagi kelompok rentan, vaksin dengue untuk usia hingga 45 tahun, serta vaksin tifoid dan hepatitis A bagi warga di kawasan rawan banjir sebagai vaksinasi yang dapat dipertimbangkan untuk menghadapi risiko penyakit pada musim hujan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mengandalkan vaksinasi, tetapi juga menerapkan pola hidup sehat untuk mengurangi risiko penularan penyakit.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Warga Terdampak Kabut Asap di Pekanbaru Bertambah Menjadi 10.599 Orang
Pemerintah Kota Pekanbaru mencatat 10.599 warga mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap hingga 7 Oktober 2026. Pembelajaran jarak jauh bagi sis…
Terbaru di Kesehatan
Berita utama hari ini

Baca juga





