Pemerintah Sebut Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,45 Persen di Jakarta
Pemerintah menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I 2026. Inflasi Agustus 2026 sebesar 3,19 persen dan defisit APBN mencapai Rp240,1 triliun.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Jakarta — Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia tetap tumbuh 5,45 persen pada semester I 2026 dalam keterangan di Jakarta, 24 September 2026. Menteri Keuangan Suahasil Nazara juga menyebut inflasi Agustus 2026 sebesar 3,19 persen.
Menurut Kementerian Keuangan, hingga akhir Agustus 2026 pendapatan negara mencapai Rp2.055,6 triliun, sedangkan belanja negara sekitar Rp2.295 triliun. Selisih tersebut membuat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Suahasil menyampaikan indikator itu ketika kondisi geopolitik global masih berubah. Pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi tetap solid, inflasi berada dalam sasaran, dan kinerja fiskal masih terkendali.
Angka ekonomi menjadi acuan pembaca
Bagi pembaca, pertumbuhan, inflasi, dan defisit APBN menggambarkan tiga sisi utama perekonomian nasional. Pertumbuhan semester I menunjukkan laju kegiatan ekonomi, inflasi mencerminkan perubahan harga, sedangkan defisit memperlihatkan selisih pendapatan dan belanja negara.
Kementerian Keuangan mencatat pertumbuhan semester I 2026 sebesar 5,45 persen. Inflasi Agustus 2026 tercatat 3,19 persen, sementara defisit APBN hingga akhir Agustus mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB. Pemerintah menyebut kinerja APBN tetap kuat dengan keseimbangan primer positif.
Data tersebut menjadi konteks bagi penilaian pemerintah bahwa ekonomi nasional cukup tangguh. Pemerintah juga menunggu perkembangan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2026, sebagaimana disampaikan Suahasil.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Suahasil: Modal Masuk ke SBN dan SRBI Capai Rp140,7 Triliun
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan ekonomi Indonesia tetap resilien pada semester I 2026. Hingga 14 September, modal masuk melalui SBN dan SR…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga





