Sherly Usulkan Perubahan Formula DAU untuk Maluku Utara
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengusulkan perubahan formula DAU karena pertumbuhan ekonomi daerah belum sejalan dengan pertumbuhan APBD dan kebutuhan dasar masyarakat kepulauan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengusulkan perubahan formulasi penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) pada Kamis (5/11) dalam diskusi Forum Senator Menyapa bersama CNN Indonesia di Hotel JW Mariott, Jakarta.
Sherly menyampaikan usulan itu karena pertumbuhan ekonomi Maluku Utara belum diikuti pertumbuhan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang setara. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut pada 2025 mencapai 34 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurut Sherly, Maluku Utara memiliki sekitar 975 pulau dan sekitar 1,4 juta penduduk. Kondisi kepulauan itu, kata dia, menimbulkan kebutuhan nyata yang perlu diperhitungkan dalam penyaluran DAU.
Di sektor pertanian, pemerintah daerah membutuhkan dukungan untuk pembangunan jalan tani, jembatan, dan akses pasar agar biaya logistik petani lebih murah. Pada sektor perikanan, nelayan membutuhkan pelabuhan, listrik, serta tempat penyimpanan dingin untuk menjaga hasil tangkapan sebelum dijual.
Formula DAU Menentukan Ruang Fiskal Daerah Kepulauan
Usulan perubahan formula DAU relevan bagi pembaca karena dana tersebut berkaitan dengan kemampuan pemerintah daerah membiayai layanan dasar dan infrastruktur. Sherly menyebut kebutuhan pendidikan di Maluku Utara mencakup akses yang terjangkau, berkualitas, dan layak.
Ia juga menyampaikan bahwa sektor kesehatan memerlukan air bersih, listrik, dan sinyal sebagai bagian dari infrastruktur dasar. Kebutuhan tersebut menjadi konteks yang ia ajukan ketika menilai pertumbuhan ekonomi tinggi belum sejalan dengan kapasitas APBD.
Sherly tidak menyampaikan dalam laporan tersebut rincian formula baru atau tahapan keputusan pemerintah pusat atas usulan perubahan penyaluran DAU.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Tokoh
Teddy Indra Wijaya Hampir Tertinggal Rombongan Prabowo di Halmahera Tengah
Teddy Indra Wijaya hampir tertinggal rombongan Presiden Prabowo setelah melayani foto bersama karyawan IWIP di Halmahera Tengah. Momen itu terjadi usa…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga




