PLN Perkuat Infrastruktur Listrik Pusat Data Indonesia
PLN memperkuat infrastruktur listrik untuk menopang ekspansi pusat data di Indonesia. Kebutuhan listrik sektor ini diproyeksikan mencapai 25.297 megawatt pada 2034.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan pusat data di Indonesia pada Rabu (23/9/2026). PLN menyebut kebutuhan listrik sektor tersebut diproyeksikan mencapai 25.297 megawatt pada 2034.
Dalam paparan bertajuk “Powering Indonesia's AI and Digital Economy: What Can the Grid Really Deliver: Aligning Data Centre Expectations with System Capability”, Nayusrizal menyebut kapasitas teknologi informasi pusat data di Indonesia sekitar 580 megawatt pada 2026. Kapasitas itu diproyeksikan meningkat menjadi 3,5 gigawatt pada 2030 dan mencapai 25.297 megawatt pada 2034.
PLN menyatakan perannya adalah memungkinkan pertumbuhan infrastruktur digital. Saat ini, perusahaan tersebut melayani 159 pelanggan pusat data dengan total kapasitas tersambung sekitar 1.990 megavolt ampere.
Mengapa kebutuhan listrik pusat data penting bagi Indonesia
Perkembangan pusat data berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi digital dan kecerdasan artifisial di Indonesia. Kenaikan kebutuhan daya membuat PLN perlu menyiapkan kapasitas serta keandalan sistem kelistrikan untuk melayani ekspansi industri tersebut.
Data yang dikutip laporan menunjukkan pertumbuhan kapasitas berlangsung bertahap, dari sekitar 580 megawatt pada 2026 menjadi 3,5 gigawatt pada 2030. Proyeksi kebutuhan listrik kemudian mencapai 25.297 megawatt pada 2034.
PLN juga mencatat jumlah pelanggan pusat data yang dilayani telah mencapai 159, dengan kapasitas tersambung sekitar 1.990 megavolt ampere. Informasi tersebut menjadi konteks bagi rencana penguatan infrastruktur listrik untuk memenuhi permintaan pusat data.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





