Amran Sebut Stok Beras Indonesia Aman Saat 33 Negara Menahan Pasokan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan stok beras nasional aman saat 33 negara menahan pasokan pangan. Indonesia disebut memasuki tahun kedua tanpa impor beras.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan stok beras nasional aman pada Minggu, 8 November 2026, ketika 33 negara menahan pasokan pangan di tengah ketegangan geopolitik global. Ia mengatakan Indonesia memasuki tahun kedua tanpa impor beras pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Amran menyebut sejumlah negara menahan pangan untuk memperkuat persediaan dalam negeri. Kebijakan itu, menurut dia, dilakukan ketika ketidakpastian pasokan global meningkat dan kondisi geopolitik memanas.
Indonesia, kata Amran, berada dalam kondisi relatif aman karena mampu mempertahankan ketersediaan beras tanpa impor selama dua tahun berturut-turut. Pemerintah terus melakukan konsolidasi untuk menjaga produksi dan pasokan pangan nasional.
Stok beras menjadi penyangga kebutuhan nasional
Klaim tersebut menunjukkan pentingnya produksi dalam negeri dan cadangan pangan ketika distribusi internasional menghadapi tekanan. Bagi pembaca di Indonesia, keamanan stok beras berkaitan langsung dengan kesinambungan pasokan bahan pangan utama serta ketahanan ekonomi nasional.
Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton per 26 Oktober 2026. Ketersediaan beras nasional diperkirakan sekitar 25 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 2,5 juta ton per bulan.
Amran juga menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas tanpa impor, yakni beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Data itu menjadi konteks bagi pernyataan pemerintah mengenai ketahanan pasokan domestik.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Geopolitik Dinilai Lebih Menekan Rupiah daripada Sentimen MSCI
Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menilai risiko geopolitik lebih berpengaruh terhadap rupiah daripada sentimen MSCI. Tekanan dapat datang melalui…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





