SMPN 1 Nunukan Gelar Simulasi Evakuasi Gempa
SMPN 1 Nunukan mengadakan latihan SPAB dengan skenario gempa magnitudo 6,7. Sebanyak 853 siswa dan 64 guru berlatih berlindung, evakuasi, serta penanganan korban dan kebakaran.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Nunukan — SMPN 1 Nunukan menggelar simulasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada Rabu, 21 Oktober 2026, dengan melibatkan 853 siswa dan 64 guru. Latihan menggunakan skenario gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7.
Dalam simulasi, alarm peringatan bencana dibunyikan dan siswa diarahkan melindungi kepala serta berlindung di bawah meja yang kokoh. Setelah guncangan dinyatakan berhenti, mereka keluar dari ruang kelas secara tertib menuju titik kumpul.
Latihan kemudian mencakup penanganan tiga korban yang membutuhkan pertolongan dan kebakaran akibat korsleting listrik pada salah satu bangunan kelas. Petugas memperagakan evakuasi korban menggunakan tandu serta peralatan flying fox.
Simulasi memperkuat kesiapsiagaan sekolah
Kegiatan ini relevan bagi pembaca karena memperlihatkan prosedur perlindungan diri dan evakuasi yang dilatih langsung di lingkungan sekolah. Simulasi juga mencakup kesiapan menghadapi risiko banjir rob, angin kencang, dan kebakaran, selain gempa bumi.
Program SPAB dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga sekolah terhadap potensi bencana. Peserta berlatih mengikuti tahapan evakuasi secara tertib, mengenali titik kumpul, serta menangani korban dalam skenario latihan. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan melibatkan siswa dan guru sebagai peserta di lingkungan sekolah. Skenario tersebut menggabungkan latihan perlindungan diri saat guncangan, perpindahan menuju titik kumpul, pertolongan terhadap korban, serta penanganan kebakaran akibat korsleting listrik. Dengan demikian, simulasi mencakup beberapa tahapan yang harus dilakukan peserta setelah alarm peringatan dibunyikan dan setelah guncangan dinyatakan berhenti.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Pendidikan

Sekolah Darurat Nagekeo Batasi Jam Belajar hingga Pukul 11.00
Sekolah di Nagekeo mengurangi durasi belajar pascagempa karena tenda darurat panas dan berdebu. Siswa dipulangkan paling siang pukul 11.00 WITA.
Berita utama hari ini

Baca juga


