Studi IHDC Temukan 68,5 Persen Siswa SD Jakarta Bermasalah Kognitif
Studi IHDC terhadap 1.007 siswa di empat SD negeri Jakarta menemukan 68,5 persen responden memiliki fungsi kognitif harian kurang baik. Faktor terkait meliputi penglihatan, gizi, zat besi, dan kesehatan jiwa.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Jakarta — Indonesia Health Development Center (IHDC) melaporkan pada 19 Oktober 2026 bahwa 68,5 persen dari 1.007 siswa kelas 4, 5, dan 6 di empat sekolah dasar negeri di Jakarta memiliki fungsi kognitif harian yang kurang baik.
Studi tersebut menilai kemampuan yang dibutuhkan siswa dalam proses belajar dan aktivitas sehari-hari, termasuk memusatkan perhatian, mengingat informasi, mengolah materi pelajaran, berinteraksi dengan teman sebaya, serta mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian menggunakan desain potong lintang dan melibatkan siswa berusia 9–14 tahun.
IHDC mengidentifikasi empat beban utama yang berkaitan dengan performa kognitif anak, yakni gangguan penglihatan, defisiensi zat besi, kekurangan asupan protein dan energi, serta gangguan kesehatan jiwa. Analisis menunjukkan siswa dengan risiko gangguan penglihatan sedang hingga tinggi memiliki peluang 3,1 kali mengalami fungsi kognitif harian kurang baik dibandingkan siswa dengan risiko rendah atau tanpa risiko.
Studi itu juga mencatat 49,3 persen peserta memiliki skor harapan masa depan yang rendah. Peneliti menegaskan bahwa hubungan yang ditemukan bersifat statistik dan tidak membuktikan sebab-akibat. Hasil skrining kesehatan jiwa juga bukan diagnosis klinis sehingga memerlukan penilaian medis profesional.
Temuan IHDC menyoroti kebutuhan skrining di sekolah
Temuan ini relevan bagi pembaca karena menghubungkan kesiapan belajar anak dengan faktor kesehatan yang dapat diperiksa lebih awal. Laporan terkait studi menyebut skrining penglihatan dapat dilakukan di sekolah, sementara hasil skrining kesehatan jiwa perlu ditindaklanjuti melalui penilaian profesional.
IHDC menyampaikan bahwa sekitar 30 persen anak yang diteliti membutuhkan koreksi kacamata dan belum pernah menjalani skrining mata. Penelitian tersebut tidak dimaksudkan untuk mewakili prevalensi seluruh siswa di Jakarta maupun Indonesia karena hanya mencakup empat sekolah dasar negeri.
Ketua Dewan Pembina IHDC, Prof. Nila F Moeloek, menyatakan anak perlu dapat melihat dengan jelas, belajar dengan tenang, dan memiliki keyakinan untuk meraih masa depan. Direktur Eksekutif IHDC sekaligus Ketua Tim Peneliti, dr. Ray Wagiu Basrowi, menjelaskan bahwa fungsi kognitif harian mencakup perhatian, ingatan, dan pengolahan materi yang dipelajari.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
Jakarta Jadi Panggung 426 Tenant BSI Dorong UMKM Naik Kelas
BSI International Expo 2026 menghadirkan 426 tenant di Jakarta International Convention Center pada 23-25 Oktober. BSI menyebut 24 ribu dari sekitar 3…
Terbaru di Kesehatan

Berita utama hari ini

Baca juga



