Kabar18.com

Rabu, 21 Oktober 2026

Palembang Siagakan Ambulans dan Dokter Spesialis Hadapi ISPA

Pemerintah Kota Palembang menyiagakan rumah sakit, ambulans, kendaraan kecil, dokter spesialis, dan posko kecamatan untuk menghadapi risiko ISPA akibat kualitas udara buruk.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Masker medis, jarum suntik, gunting bedah, dan stetoskop tertata rapi di atas latar hitam.
Ilustrasi: Masker medis, jarum suntik, gunting bedah, dan stetoskop tertata rapi di atas latar hitam. · Foto: Mikhail Nilov / Pexels

Palembang — Pemerintah Kota Palembang menyiagakan layanan kesehatan di rumah sakit negeri dan swasta pada 20 Oktober 2026 untuk mengantisipasi peningkatan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kualitas udara yang buruk.

Kesiapan itu mencakup ambulans serta kendaraan kecil yang dapat menjangkau permukiman di lorong-lorong. Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan layanan tersebut disiapkan agar warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap segera memperoleh penanganan medis.

Pemkot Palembang juga memperkuat posko di tingkat kecamatan. Posko itu melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), dokter spesialis, tokoh masyarakat, serta pengurus rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).

Menurut Ratu Dewa, asap yang memengaruhi Palembang tidak hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan di dalam kota, tetapi juga terbawa dari wilayah tenggara, utara, dan selatan.

Kesiapsiagaan layanan kesehatan diperluas ke permukiman

Penyiagaan rumah sakit, armada, tenaga medis, dan posko kecamatan memberi jalur penanganan berlapis bagi warga terdampak gangguan pernapasan. Kendaraan kecil ditujukan untuk menjangkau lorong permukiman yang tidak mudah dilalui ambulans berukuran lebih besar.

Pada 17 September 2026, kasus harian ISPA tercatat 752 kasus, sedangkan 61 posko kesehatan tersebar di 42 puskesmas. Data tersebut menjadi konteks tekanan kesehatan yang dihadapi kota saat kualitas udara memburuk.

Dinas Kesehatan Kota Palembang juga mengoptimalkan posko kesehatan di 18 kecamatan untuk melayani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap kebakaran hutan dan lahan. Posko itu beroperasi 24 jam dengan dukungan tenaga medis puskesmas, sementara enam puskesmas disiagakan untuk pelayanan 24 jam bagi warga dengan gejala ISPA.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.