Kabar18.com

Jumat, 16 Oktober 2026

Kasus ISPA Tembus 277.075 di Wilayah Terdampak Karhutla

Kementerian Kesehatan mencatat 277.075 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla hingga 12 Oktober 2026. Sebanyak 62.400 kasus dialami anak usia 0–5 tahun.

Oleh

· Peristiwa: · 2 menit baca

Jakarta — Kementerian Kesehatan mencatat 277.075 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) secara kumulatif di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 12 Oktober 2026. Data tersebut mencakup 63 kabupaten/kota di tujuh provinsi, sementara 62.400 kasus atau 22,5 persen dialami anak berusia 0–5 tahun.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman menyampaikan data itu pada 14 Oktober 2026. Laporan Kementerian Kesehatan juga mencatat 4.486 kasus ISPA baru pada 12 Oktober 2026 di wilayah terdampak karhutla.

Kasus terbanyak dilaporkan di Kalimantan Selatan, yakni 73.392 kasus. Berikutnya Sumatera Selatan mencatat 72.335 kasus dan Kalimantan Barat 52.201 kasus. Riau mencatat 31.285 kasus, Kalimantan Tengah 24.101 kasus, sedangkan Kalimantan Timur 23.761 kasus.

Di Kalimantan Selatan, sebanyak 56.404 kasus terjadi pada kelompok usia di atas lima tahun dan 16.988 kasus pada anak berusia di bawah lima tahun. Sumatera Selatan mencatat 55.766 kasus pada kelompok usia di atas lima tahun dan 16.569 kasus pada balita. Di Kalimantan Barat, terdapat 41.276 kasus pada kelompok usia di atas lima tahun dan 10.925 kasus pada anak berusia di bawah lima tahun.

Data ISPA menunjukkan dampak karhutla terhadap layanan kesehatan

Angka kumulatif tersebut menunjukkan beban kesehatan yang perlu ditangani di daerah terdampak asap karhutla, terutama karena anak usia 0–5 tahun menyumbang 62.400 kasus. Rincian kasus per provinsi juga membantu pembaca memahami wilayah dengan beban laporan tertinggi.

Selain ISPA, laporan mengenai wilayah terdampak karhutla menyebut gangguan kesehatan lain berupa pneumonia, penyakit mata, dan penyakit kulit. Namun, data yang tersedia dalam laporan terverifikasi tidak merinci jumlah untuk tiga gangguan tersebut.

Kementerian Kesehatan mengerahkan 2.106 tenaga kesehatan dan menyalurkan sekitar 3 juta masker ke wilayah terdampak. Bantuan lain yang disebutkan meliputi konsentrator oksigen, obat-obatan, serta alat pelindung diri.

Pemantauan kualitas udara dilakukan melalui 37 stasiun pemantau indeks standar pencemar udara. Dari pemantauan itu, 13 daerah masuk kategori berbahaya, 11 daerah sangat tidak sehat, dan 13 daerah tidak sehat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.